Kasus penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, membuat heboh dunia pada 14 Desember 2025. Penembakan tersebut dilakukan ayah dan anak saat perayaan Yahudi untuk Hanukkah tengah berlangsung. Akibat kejadian ini, 16 orang tewas dan 40 orang lainnya luka. Penembakan massal di Australia tersebut adalah 1 dari belasan kasus yang terjadi di dunia sepanjang 2025. Berikut deretan kasus penembakan massal di berbagai negara, yang dirangkum tim riset Berita Satu.
- Montenegro (Bar, Montenegro, 1 Januari 2025)
Seorang pria warga setempat diduga melakukan pembunuhan terhadap anggota keluarganya. Peristiwa itu diduga dipicu oleh kondisi pelaku yang berada dalam pengaruh minuman beralkohol. Saat aparat kepolisian mengepung lokasi di dekat kediamannya, pelaku mengakhiri hidupnya dengan menembak kepala sendiri. Melansir Al Jazeera, 12 orang tewas dan 4 lainnya luka-luka akibat peristiwa ini.
- Swedia (Sekolah di Kota Orebro, 3 Februari 2025)
Pelaku penembakan bertindak seorang diri, merupakan mantan siswa yang tidak memiliki pekerjaan dan berdomisili di wilayah Örebro. Insiden ini tercatat sebagai aksi penembakan massal paling mematikan dalam sejarah. Peristiwa ini mengakibatkan 11 orang tewas dan 5 orang luka-luka.
- Amerika Serikat (Universitas Negeri Florida, 17 April 2025)
Pelaku insiden tersebut merupakan anak dari seorang wakil sheriff dan bertindak seorang diri. Tersangka memiliki akses terhadap pistol milik ibunya, yang sebelumnya digunakan sebagai senjata dinas. Akibatnya, 2 orang tewas dan 4 orang mengalami luka-luka.
- Amerika Serikat (Chicago Avenue, 2 Juli 2025)
Pelaku melakukan penembakan dari dalam kendaraan dengan mengarahkan tembakan ke kerumunan yang berada di luar sebuah lounge. Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Dalam peristiwa ini, 14 orang luka-luka dan 4 lainnya dinyatakan tewas.
- Amerika Serikat (Annunciation Catholic School, Minneapolis, 27 Agustus 2025)
Pelaku bernama Robin Westman (23) melakukan aksi penembakan karena memiliki obsesi terhadap pembunuhan anak-anak serta mengagungkan para pelaku penembakan massal. Data menyebut, 2 orang tewas dan 18 korban luka akibat penembakan massal ini.
- Amerika Serikat (Gereja Yesus Kristus, Michigan, 28 September 2025)
Serangan bermula ketika pelaku bersenjata menabrakkan kendaraannya ke area depan gereja saat berlangsung kebaktian besar. Setelah itu, pelaku melepaskan tembakan dan kemudian membakar bangunan gereja. CNN mendata, 12 orang tewas dan 14 luka-luka dalam kejadian ini.
- Amerika Serikat (Stockton, 29 November 2025)
Insiden penembakan tersebut diduga dilakukan secara sengaja dan terjadi saat sebuah keluarga tengah menggelar perayaan ulang tahun anak. Akibatnya, 4 orang tewas dan 10 luka. Sementara itu hingga 14 Desember 2025, CNN US menyebut sebanyak 392 kasus penembakan massal terjadi di AS.
- Afrika Selatan (Hostel Pretoria, 6 Desember 2025)
Serangan ini mengguncang negara berpenduduk 63 juta jiwa dengan tingkat pembunuhan tertinggi. Aparat keamanan masih memburu tiga pria bersenjata yang terlibat dalam penembakan. Sebanyak 12 orang kehilangan nyawa dan 14 orang luka dalam peristiwa ini.