Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen.
Jumlah pengangguran tercatat menurun dari 7,28 juta orang pada Februari 2025 menjadi 7,24 juta orang pada Februari 2026, dari total 154,91 juta angkatan kerja. Dalam lima tahun terakhir, kondisi ketenagakerjaan di Indonesia menunjukkan perbaikan yang konsisten. Jumlah pengangguran turun sebesar 17,26%, dari 8,75 juta orang pada Februari 2021 menjadi 7,24 juta orang pada Februari 2026. Sejalan dengan itu, TPT juga menurun dari 6,26% menjadi 4,68%.
Penurunan ini terjadi secara bertahap dari tahun ke tahun. Setelah mencapai 8,75 juta orang pada Februari 2021, jumlah pengangguran menurun menjadi 8,40 juta pada Februari 2022 dan kembali turun menjadi 7,99 juta pada Februari 2023. Tren perbaikan berlanjut pada Februari 2024 dengan jumlah pengangguran sebesar 7,20 juta orang. Meskipun sempat meningkat menjadi 7,28 juta orang pada Februari 2025, angka tersebut kembali menurun pada Februari 2026.
Hal serupa juga terlihat pada TPT yang terus menunjukkan tren penurunan. Dari 6,26% pada Februari 2021, TPT turun menjadi 5,83% pada 2022, kemudian 5,45% pada 2023, hingga mencapai 4,82% pada 2024. Pada Februari 2025, TPT kembali menurun menjadi 4,76% dan terus membaik menjadi 4,68% pada Februari 2026.
Secara keseluruhan, tren ini mencerminkan membaiknya kondisi pasar kerja di Indonesia, seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Meski demikian, upaya untuk menjaga keberlanjutan penciptaan lapangan kerja tetap diperlukan agar tren positif ini dapat terus berlanjut.