Riset Jakpat 2026 Sebut E-Wallet Jadi Layanan Fintech Favorit Publik

Senin, 2 November 2026 | 15:32 WIB

Y
Penulis: Yesi Rahma Mustika | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Riset Jakpat 2026 Sebut E-Wallet Jadi Layanan Fintech Favorit Publik
Riset Jakpat 2026 Sebut E-Wallet Jadi Layanan Fintech Favorit Publik

Perkembangan teknologi finansial (fintech) di Indonesia terus mentransformasi pola transaksi harian masyarakat menuju ekosistem ekonomi nontunai (cashless). Hasil riset terbaru Jakpat tahun 2026 terhadap 1.920 responden menunjukkan adopsi layanan digital kian terintegrasi dalam keseharian publik, memangkas interaksi fisik di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia.

Dompet digital (e-wallet) kokoh di peringkat pertama dengan tingkat penggunaan masif mencapai 94%. Berdasarkan sorotan riset Jakpat, e-wallet mendominasi kanal belanja daring maupun luring dengan tingkat adopsi mendekati 90% di semua kelompok konsumen. Selain untuk berbelanja, sebanyak 74% responden tercatat memanfaatkan dompet digital terutama untuk keperluan transfer dana ke rekening bank maupun sesama pengguna.

Di luar dompet digital, penetrasi perbankan digital turut mencatatkan angka signifikan. Sebanyak 9 dari 10 responden menggunakan layanan mobile atau internet banking, sementara 45% responden telah aktif memanfaatkan bank digital (digital banking) dalam aktivitas finansial mereka.

Di posisi kedua kategori fintech, layanan bayar tunda (paylater) diadopsi oleh 34% responden. Fitur cicilan fleksibel ini kian diminati konsumen modern dalam mengelola likuiditas belanja, terutama saat bertransaksi di lokapasar daring (e-commerce).

Sementara itu, varian layanan pembiayaan dan permodalan digital mencatatkan penetrasi yang lebih tersegmentasi. Pinjaman daring (online loan) digunakan oleh 9% responden berkat keunggulan proses pengajuan yang cepat, disusul oleh layanan pendanaan kolektif (crowdfunding) sebesar 5% yang jamak difungsikan untuk aksi sosial maupun donasi. Daftar pemanfaatan ini ditutup oleh platform pinjaman antarpihak (peer-to-peer lending) dengan porsi adopsi sebesar 2%.

Ini daftar layanan fintech yang paling banyak digunakan publik 2026 - (Jakpat/DATASATU)
Ini daftar layanan fintech yang paling banyak digunakan publik 2026 - (Jakpat/DATASATU)

Data Terkait

mayoritas-ekonom-nilai-pemberantasan-korupsi-saat-ini-memburuk
Politik

Mayoritas Ekonom Nilai Pemberantasan Korupsi Saat Ini Memburuk

Survei Ahli Ekonomi LPEM FEB UI Semester II 2026 mencatat 83 persen ekonom menilai pengendalian korupsi di pemerintahan kini memburuk dibanding era sebelumnya.

6 hari yang lalu

survei-lpem-ui-catat-mayoritas-ekonom-nilai-lapangan-kerja-melemah
Ekonomi

Survei LPEM UI Catat Mayoritas Ekonom Nilai Lapangan Kerja Melemah

Kondisi pasar tenaga kerja nasional menghadapi tantangan nyata di tengah klaim penurunan angka pengangguran terbuka.

27 Okt 2026

survei-lpem-ui-ahli-ekonomi-soroti-penurunan-kondisi-ekonomi
Ekonomi

Survei LPEM UI: Ahli Ekonomi Soroti Penurunan Kondisi Ekonomi

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis Hasil Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026.

27 Okt 2026

survei-lpem-ui-menilai-target-ekonomi-6-dan-mbg-paling-berisiko
Ekonomi

Survei LPEM UI Menilai Target Ekonomi 6% dan MBG Paling Berisiko

Optimisme pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata historis menghadapi gelombang keraguan dari kalangan pakar.

27 Okt 2026