Antrean panjang kendaraan bermotor tampak mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Bali. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite dan Pertamax, dilaporkan telah berlangsung sejak Senin hingga Kamis (15/10).
Wilayah yang terdampak cukup luas, meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, kawasan wisata Kuta dan Seminyak, hingga Karangasem dan Klungkung. Kondisi ini kian memicu kekhawatiran karena mulai melumpuhkan sebagian mobilitas dan aktivitas harian masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan di SPBU kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, Kuta, serta Seminyak rata-rata mencapai 700 meter hingga 1 kilometer sejak Selasa (13/10) dan berlanjut hingga Kamis. Di Karangasem, panjang antrean bahkan dilaporkan menembus 2 kilometer. Sementara itu, di wilayah Klungkung, kepadatan kendaraan berkisar antara 100 hingga 500 meter. Penumpukan kendaraan di sekitar SPBU tersebut tak pelak memicu kemacetan arus lalu lintas di ruas-ruas jalan sekitarnya.
Akibat keterbatasan pasokan, warga terpaksa meluangkan waktu ekstra. Sebagian konsumen bahkan rela mengantre berjam-jam, termasuk sebelum operasional SPBU dimulai, demi memastikan kendaraannya terisi bahan bakar.
Imbas kelangkaan ini paling dirasakan oleh para pekerja sektor transportasi dan logistik, terutama pengemudi ojek online (ojol) yang menggantungkan operasionalnya pada ketersediaan BBM. Tidak hanya sektor ekonomi harian, dunia pendidikan pun ikut terpengaruh; Universitas Udayana bahkan menerapkan kebijakan belajar/bekerja dari rumah (work from home/daring) pada 14–16 Oktober 2026 demi menyikapi keterbatasan mobilitas sivitas akademika. Krisis pasokan BBM regional ini sebelumnya juga sempat dialami oleh masyarakat di beberapa wilayah Pulau Sumatra.
Merespons keresahan publik, Pemerintah Provinsi Bali bersama PT Pertamina (Persero) bergerak cepat menggelar rapat koordinasi di Depo BBM Pesanggaran, Denpasar. Sebagai langkah penanganan kilat, Pemprov Bali menginstruksikan SPBU untuk beroperasi penuh selama 24 jam guna mempercepat penguraian antrean serta melancarkan distribusi.
Melansir laporan Beritasatu (15/10), Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan stok BBM di Bali saat ini berada pada level aman. Tersedia cadangan 19,2 juta liter Pertalite yang mencukupi kebutuhan hingga satu pekan ke depan, serta 3 juta liter Pertamax untuk ketahanan 3 hingga 5 hari mendatang. Selain itu, armada truk tangki distribusi ditambah dari 90 unit menjadi 105 unit guna mempercepat suplai ke seluruh SPBU.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa tersendatnya stok di sejumlah SPBU lebih disebabkan oleh kendala teknis proses bongkar muat kapal tanker, bukan karena kelangkaan pasokan secara menyeluruh. Tambahan suplai juga telah didorong melalui kapal tanker yang mengangkut 18.000 kiloliter Pertalite dan 3.000 kiloliter Pertamax. Pemerintah dan pihak Pertamina mengimbau masyarakat Bali agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik atau panic buying, mengingat pasokan BBM ke SPBU terus dipulihkan. (Vebriansyah Pratama Putra)