Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Pasifik masih bervariasi pada 2026. Berdasarkan laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2026, Vietnam diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara 10 negara dalam daftar, yakni sebesar 8,4%, meningkat dari 8,0% pada 2025.
India menempati posisi kedua dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 7,0% pada 2026. Meski demikian, angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 7,8% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Malaysia diproyeksikan tumbuh 5,2%, diikuti Indonesia sebesar 5,1% dan Singapura sebesar 5,0%.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap stabil di level 5,1%, sama seperti pada 2025. Proyeksi ini menempatkan Indonesia di antara negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% dalam daftar tersebut, bersama Vietnam, India, Malaysia, dan Singapura.
Di sisi lain, China diproyeksikan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi dari 5,0% pada 2025 menjadi 4,5% pada 2026. Perlambatan juga diperkirakan terjadi di Filipina, dengan pertumbuhan turun dari 4,4% menjadi 3,4%. Sebaliknya, Korea Selatan diproyeksikan mencatat perbaikan pertumbuhan yang cukup besar, dari 1,1% pada 2025 menjadi 3,3% pada 2026.
Adapun Thailand dan Jepang diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi paling rendah di antara 10 negara tersebut, masing-masing sebesar 2,1% dan 0,7% pada 2026. Thailand diproyeksikan melambat dari 2,4% pada 2025, sedangkan pertumbuhan Jepang turun dari 1,2%.
Secara keseluruhan, proyeksi IMF menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan ekonomi yang cukup lebar di kawasan Asia Pasifik. Vietnam dan India diperkirakan tumbuh paling cepat, sedangkan Indonesia diproyeksikan mempertahankan pertumbuhan di level 5,1%. Di tengah perbedaan prospek tersebut, sejumlah negara diperkirakan mengalami perlambatan, sementara Korea Selatan berpotensi mencatat akselerasi pertumbuhan pada 2026.