Ketidakpastian ekonomi dunia kembali menguat seiring dengan laju inflasi global yang kembali merangkak naik pada awal tahun 2026. Berdasarkan data agregat Indeks Harga Konsumen yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF) per Maret 2026, rata-rata inflasi tahunan dunia sempat melandai ke angka 3,7% pada Januari, namun kembali melonjak hingga menyentuh 4,3% pada Maret 2026.
Kenaikan harga barang dan jasa ini terjadi secara serempak di hampir seluruh kawasan dunia. Wilayah Amerika mencatatkan lonjakan dari 3,8% pada Februari menjadi 4,5% pada Maret 2026. Tren serupa juga terlihat di Oseania yang melonjak ke 4,3%, Eropa naik menjadi 3,4%, serta Afrika yang masih bertahan di level tertinggi, yakni 8,8%. Sementara itu, kawasan Asia berada di tingkat inflasi yang stabil pada angka 4% selama dua bulan terakhir.
Kondisi global yang belum menentu ini memberikan beban yang jauh lebih berat bagi kelompok pasar berkembang dan negara berkembang. Inflasi tahunan di kelompok negara berkembang melonjak dari 4,7% pada Januari menjadi 5,3% pada Februari dan Maret 2026. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan kelompok negara maju yang mencatatkan inflasi sebesar 2,7% pada Maret 2026.
Pergerakan data ini mempertegas bahwa pemulihan ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian tinggi. Tren kenaikan inflasi yang kembali terjadi di berbagai belahan dunia menandakan tekanan harga global masih rentan bergejolak sewaktu-waktu.