Harga sejumlah komoditas pangan menunjukkan kenaikan signifikan dalam periode 2017–2026. Berdasarkan perbandingan harga pada 8 September 2017 dan 8 September 2026, cabai rawit merah mencatat kenaikan paling tinggi, mencapai 152,14%, dari Rp36.250 menjadi Rp91.400 per kilogram. Kenaikan terbesar berikutnya terjadi pada cabai rawit hijau sebesar 95,14%, cabai merah keriting 89,88%, cabai merah besar 63,08%, minyak goreng curah 67,35%, dan minyak goreng kemasan bermerk I 61,46%.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas pangan pokok. Harga beras kualitas medium I meningkat 46,46%, dari Rp11.300 menjadi Rp16.550 per kilogram, sementara beras kualitas bawah I naik 44,66% dan beras kualitas super I 39,84%. Harga daging ayam ras segar meningkat 32,71%, sedangkan daging sapi kualitas I naik 28,55% selama periode yang sama.
Dalam setahun terakhir, tekanan harga paling kuat terlihat pada kelompok cabai dan daging. Per 8 September 2026, harga cabai rawit merah tercatat meningkat 83,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari Rp49.750 menjadi Rp91.400 per kilogram. Cabai rawit hijau juga naik 41,47%, sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing meningkat 11,32% dan 9,21%.
Di sisi lain, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan harga secara tahunan. Harga bawang merah turun 18,54%, telur ayam ras segar turun 1,32%, dan bawang putih turun tipis 0,13% dibandingkan 8 September 2025. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan harga pangan bersifat beragam antar-komoditas dan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasokan maupun permintaan.
Secara umum, tren 2017–2026 menunjukkan bahwa komoditas pangan tertentu mengalami kenaikan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan lainnya. Cabai menjadi kelompok dengan peningkatan paling mencolok, sementara beras dan minyak goreng juga menunjukkan kenaikan harga yang cukup besar dalam jangka panjang. Kondisi tersebut penting dicermati karena pangan merupakan komponen utama pengeluaran rumah tangga dan kenaikan harga yang persisten dapat meningkatkan tekanan terhadap daya beli masyarakat.