Harga sejumlah komoditas pangan pokok masih berada pada level tinggi hingga 28 April 2026 dan menunjukkan tren kenaikan yang berlanjut, baik dalam jangka pendek maupun sepanjang tahun berjalan. Kenaikan ini terlihat pada berbagai komoditas utama, seperti beras, gula, minyak goreng, hingga kedelai impor.
Beras medium tercatat sebesar Rp13.723 per kg, naik 0,13% dalam sebulan dan 0,85% sejak awal tahun. Sementara itu, beras premium berada di level Rp15.384 per kg dengan kenaikan bulanan 0,18% dan kenaikan tahunan 0,54%. Kenaikan harga juga terjadi pada gula pasir curah yang mencapai Rp18.334 per kg, dengan lonjakan cukup signifikan sebesar 1,39% secara bulanan dan 3,61% sepanjang 2026.
Tekanan harga yang lebih tinggi terlihat pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng sawit kemasan premium naik 2,89% dalam sebulan dan 3,57% sepanjang tahun, dengan harga mencapai Rp21.913 per liter. Sementara itu, minyak goreng curah mencatat kenaikan lebih tinggi secara tahunan, yakni 8,67%, meskipun secara bulanan naik 2,68%, dengan harga Rp19.546 per liter.
Di sisi lain, kedelai impor yang merupakan bahan baku penting industri pangan juga mengalami kenaikan harga sebesar 2,18% secara bulanan, meskipun kenaikan sepanjang tahun relatif terbatas di angka 0,36%, dengan harga Rp13.567 per kg.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa tekanan harga pangan masih cukup kuat dan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Tren kenaikan yang terjadi secara konsisten mengindikasikan bahwa stabilisasi harga masih menjadi tantangan, terutama di tengah dinamika pasokan dan kondisi global.