Indeks Pangan Dunia Melesat pada Agustus 2026

Selasa, 8 September 2026 | 13:30 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Indeks Pangan Dunia Melesat pada Agustus 2026
Indeks Pangan Dunia Melesat pada Agustus 2026

Pasar komoditas pangan global mengalami guncangan harga sepanjang sepuluh tahun terakhir. Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) periode 2016 hingga 2026 memperlihatkan pergeseran signifikan, mulai dari fase harga stabil, lonjakan rekor imbas krisis global, hingga tekanan inflasi pangan yang kembali menguat menjelang akhir dekade ini.

Pada 2016 hingga 2020, indeks harga pangan global relatif terkendali di bawah angka 100. Angka indeks bergerak dari 92,0 pada 2016 menjadi 98,1 pada 2020. Titik balik terjadi pada 2021 saat harga pangan melompat ke level 125,7, sebelum akhirnya meledak dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di posisi 144,5 pada 2022. Memasuki 2023 dan 2024, tensi pasar sempat mereda dengan indeks yang melandai masing-masing ke angka 124,5 dan 122,0. Namun, fase tersebut berlangsung singkat setelah indeks kembali menanjak ke level 127,2 pada 2025 dan rata-rata berjalan hingga Agustus 2026 menyentuh 129,3.

Pergerakan indeks sepuluh tahun ini dipicu fluktuasi tajam di lima sektor komoditas utama. Minyak nabati menjadi komoditas dengan eskalasi harga paling masif, dari posisi 99,40 pada 2016, menyentuh rekor 187,80 pada 2022, dan kembali terbang ke rata-rata 186,20 pada 2026. Komoditas daging juga konsisten merangkak naik, dari level 91,10 pada 2016 hingga mencapai rekor tertinggi di angka 128,30 pada 2026.

Di sisi lain, indeks serealia atau biji-bijian yang sempat menyentuh level kritis 154,70 pada 2022 mulai tertekan ke posisi 111,50 pada 2026, meski masih lebih tinggi dibandingkan posisi awal dekade di angka 88,30. Produk susu mencatatkan puncak harga pada 2022 di angka 149,50 dan 146,70 pada 2025, sebelum merosot ke level 119,10 pada 2026. Sementara itu, komoditas gula yang sempat melonjak ke level 145,00 pada 2023 terkoreksi tajam ke angka 93,00 pada rata-rata 2026.

Tekanan harga pada penutup periode sepuluh tahun ini semakin nyata memasuki paruh kedua 2026. Pada Agustus 2026, indeks harga pangan bulanan melesat ke level 133,3 poin, naik 1,9% secara bulanan dan 2,5% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan terjadi serempak di seluruh lini komoditas.

Gula memimpin lonjakan bulanan dengan kenaikan drastis 11,9% ke level 106,4 poin pada Agustus 2026. FAO menyebut, kenaikan harga ini dipicu ancaman defisit pasokan akibat cuaca panas ekstrem di Uni Eropa dan Brasil, sisa dampak El Niño di Asia, serta kebijakan pembukaan keran impor gula mentah bebas bea oleh India. Indeks serealia turut menguat 2,2% ke posisi 116,3 poin menyusul kenaikan gandum dunia sebesar 2,6% akibat hambatan logistik Laut Hitam dan kekeringan di Eropa, serta kenaikan jagung sebesar 2,5% imbas kemarau di Amerika Serikat dan disrupsi rantai pasok pascapenutupan Selat Hormuz.

Sementara itu, indeks minyak nabati terus menanjak ke level 196,9 poin per Agustus 2026, naik 0,6% sekaligus mencatatkan rekor tertinggi sejak Juni 2022 akibat ketatnya stok minyak sawit dan kedelai. Indeks daging juga terangkat 1,0% ke level 127,9 poin seiring mahalnya unggas Brasil dan babi Eropa, serta produk susu yang naik 2,3% ke angka 119,2 poin imbas menyusutnya pasokan susu segar di Uni Eropa.

Tren Indeks Harga Pangan dalam 10 Tahun Terakhir - (FAO/DATASATU)
Tren Indeks Harga Pangan dalam 10 Tahun Terakhir - (FAO/DATASATU)

Data Terkait

harga-pangan-20172026-cabai-jadi-komoditas-dengan-kenaikan-tertinggi
Ekonomi

Harga Pangan 2017–2026: Cabai Jadi Komoditas dengan Kenaikan Tertinggi

Harga sejumlah komoditas pangan menunjukkan kenaikan signifikan dalam periode 2017–2026. Berdasarkan perbandingan harga pada 8 September 2017 dan 8 September 2026, cabai rawit merah mencatat kenaikan paling tinggi, mencapai 152,14%, dari Rp36.250 menjadi Rp91.400 per kilogram. Kenaikan terbesar berikutnya terjadi pada cabai rawit hijau sebesar 95,14%.

1 hari yang lalu

cabai-rawit-merah-pimpin-kenaikan-pangan-1-september-2026
Ekonomi

Cabai Rawit Merah Pimpin Kenaikan Pangan 1 September 2026

Harga sejumlah komoditas pangan pokok secara nasional bergerak bervariasi pada awal September 2026.

2 Sep 2026

inflasi-agustus-2026-capai-319-ini-perbandingannya-dengan-2025
Ekonomi

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Ini Perbandingannya dengan 2025

Inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19% yoy, naik dari 2,31% yoy pada 2025, didorong kenaikan harga yang diatur pemerintah meski volatile food melandai.

1 Sep 2026

inflasi-tahunan-agustus-2026-tembus-319-makanan-beri-andil-terbesar
Ekonomi

Inflasi Tahunan Agustus 2026 Tembus 3,19%, Makanan Beri Andil Terbesar

Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% mtm dan 3,19% yoy, dengan makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,13%.

1 Sep 2026

dampak-lonjakan-dolar-as-terhadap-harga-pangan-ri-per-mei-2026
Ekonomi

Dampak Lonjakan Dolar AS Terhadap Harga Pangan RI Per Mei 2026

Dollar naik ke 17.614 pemicu inflasi pangan Mei 2026. Cabai melonjak hingga 30%, minyak & kedelai naik juga naik melebihi 2%.

20 Mei 2026

harga-pangan-kian-naik-minyak-goreng-tembus-rp21-ribu-per-liter
Ekonomi

Harga Pangan Kian Naik, Minyak Goreng Tembus Rp21 Ribu per Liter

Harga pangan terus meningkat, dengan minyak goreng kemasan premium menembus Rp21 ribu per liter. Sementara, minyak goreng curah naik tajam 8,67% sepanjang 2026.

28 Apr 2026