Survei Poltracking Soroti Beban Ekonomi dan Isu Lapangan Kerja

Kamis, 3 September 2026 | 06:59 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Survei Poltracking Soroti Beban Ekonomi dan Isu Lapangan Kerja
Survei Poltracking Soroti Beban Ekonomi dan Isu Lapangan Kerja

Sebagian besar masyarakat Indonesia merasakan peningkatan beban pengeluaran rumah tangga di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok dan sulitnya mencari pekerjaan. Temuan ini terungkap dalam rilis survei nasional terbaru Poltracking Indonesia mengenai evaluasi kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan, menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Survei yang berlangsung pada 14–20 Agustus 2026 ini menjaring 1.220 responden di 38 provinsi melalui metode wawancara tatap muka acak berjenjang (stratified multistage random sampling), dengan tingkat kesalahan sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Mengenai kondisi ekonomi dan keuangan keluarga saat ini, sebanyak 57,1% responden memang masih menilai dalam kondisi baik, sedangkan 34,1% lainnya menilai tidak baik. Namun, mayoritas publik atau mencapai 62,5% mengeluhkan bahwa pengeluaran rumah tangga mereka saat ini jauh lebih banyak dibandingkan setahun sebelumnya, berbanding 27,7% yang merasa lebih sedikit.

Beban pengeluaran ini berkaitan langsung dengan mahalnya harga pangan. Sebanyak 55,6% responden menyatakan harga kebutuhan pokok dalam satu bulan terakhir tidak terjangkau, sementara hanya 38,3% yang menilai masih terjangkau. Tidak heran jika persoalan harga kebutuhan pokok yang mahal menjadi masalah paling pokok dan mendesak bagi 44,3% masyarakat, menempati urutan teratas dibandingkan isu-isu lainnya yang berada di bawah angka 10%.

Tekanan ekonomi rumah tangga kian terasa berat lantaran program penciptaan lapangan kerja dinilai belum membuahkan hasil optimal. Mayoritas publik, yakni sebesar 57,3%, menilai kinerja pemerintah belum berhasil dalam menurunkan angka pengangguran. Sebaliknya, hanya 32,2% responden yang menyatakan pemerintah sudah berhasil menangani masalah ketenagakerjaan tersebut.

Survei Poltracking: Kondisi Ekonomi & Lapangan Kerja - (Poltracking/DATASATU)
Survei Poltracking: Kondisi Ekonomi & Lapangan Kerja - (Poltracking/DATASATU)

Data Terkait

survei-poltracking-mayoritas-publik-inginkan-reshuffle-kabinet
Politik

Survei Poltracking: Mayoritas Publik Inginkan Reshuffle Kabinet

Survei nasional terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan mayoritas publik menginginkan adanya reshuffle kabinet di jajaran menteri pemerintahan Prabowo-Gibran.

1 Sep 2026

poltracking-kepuasan-pemerintahan-prabowo-gibran-turun-jadi-55
Politik

Poltracking: Kepuasan Pemerintahan Prabowo-Gibran Turun Jadi 55%

Poltracking Indonesia merilis hasil survei yang memotret tren penurunan kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran.

1 Sep 2026

mbg-dinilai-memuaskan-ketepatan-sasaran-masih-jadi-tantangan
Ekonomi

MBG Dinilai Memuaskan, Ketepatan Sasaran Masih Jadi Tantangan

Meski 55,6% responden puas terhadap Program MBG, sebanyak 46,3% menilai program belum tepat sasaran sehingga penguatan tata kelola jadi prioritas pemerintah.

12 Jun 2026

long-weekend-dorong-kepadatan-stasiun-yogyakarta-jadi-magnet-wisata
Ekonomi

Long Weekend Dorong Kepadatan Stasiun, Yogyakarta Jadi Magnet Wisata

Mobilitas masyarakat meningkat saat long weekend 27 Mei-1 Juni 2026. Yogyakarta menjadi destinasi favorit, sementara Pasar Senen tercatat sebagai stasiun tujuan utama pelanggan KAI.

2 Jun 2026

pemerintah-bentuk-satgas-percepatan-dan-amankan-investasi-1300-triliun
Ekonomi

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan dan Amankan Investasi 1300 Triliun

Pemerintah membentuk Satgas Percepatan Program Pemerintah melalui Keppres 4/2026 untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan memangkas hambatan birokrasi.

29 Apr 2026