Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Manufaktur RI Unggul di Asia

Senin, 10 Agustus 2026 | 21:36 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Manufaktur RI Unggul di Asia
Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Berbagai Negara, 2000-2016

Indonesia memiliki elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap kesempatan kerja yang relatif tinggi di sektor manufaktur dibandingkan sejumlah negara Asia. 

Melansir laporan World Bank bertajuk “GDP-Employment Elasticities across Developing Economies” yang dirilis pada Desember 2024, elastisitas sektor manufaktur Indonesia mencapai 0,804, lebih tinggi dibandingkan Vietnam (0,665), Malaysia (0,067), dan China (0,133).

Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Berbagai Negara, 2000-2016 - (World Bank/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Berbagai Negara, 2000-2016 - (World Bank/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

World Bank menjelaskan bahwa hasil tersebut diperoleh berdasarkan data PDB berbagai negara Asia pada periode 2000 hingga 2016. Meski demikian, nilai elastisitas yang dihasilkan tidak selalu menggambarkan kondisi pada satu tahun tertentu. 

Dalam riset tersebut, pertumbuhan tenaga kerja hasil prediksi dibandingkan dengan pertumbuhan tenaga kerja aktual pada periode 2012-2016. Selain itu, kemampuan prediksi elastisitas tahunan rata-rata yang dihitung menggunakan data lebih baru dari periode 2000-2011 turut diuji.

Meski demikian, keunggulan Indonesia pada sektor manufaktur tidak diikuti oleh sektor jasa maupun pertanian. World Bank mencatat elastisitas PDB terhadap kesempatan kerja Indonesia di sektor jasa hanya sebesar 0,176, lebih rendah dibandingkan China yang mencapai 0,334, Malaysia sebesar 0,603, dan Thailand sebesar 0,663. 

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerja di sektor jasa Indonesia relatif lebih lemah dibandingkan sejumlah negara pembanding.

Sementara itu, pada sektor pertanian juga terdapat sejumlah negara yang mencatatkan nilai elastisitas negatif. Indonesia memiliki nilai sebesar -0,004, sedangkan Malaysia dan China masing-masing mencatat -0,043 dan -0,418. 

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun manufaktur Indonesia memiliki elastisitas relatif tinggi dalam, hubungan pertumbuhan ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja dapat berbeda terhadap sektor lainnya.

Data Terkait

dua-tahun-kabinet-merah-putih-kepuasan-terhadap-kondisi-ekonomi-turun
Ekonomi

Dua Tahun Kabinet Merah Putih: Kepuasan terhadap Kondisi Ekonomi Turun

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II-2026, tetapi survei menunjukkan masyarakat masih menghadapi tekanan harga pokok dan lapangan kerja.

21 Sep 2026

inflasi-agustus-2026-capai-319-ini-perbandingannya-dengan-2025
Ekonomi

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Ini Perbandingannya dengan 2025

Inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19% yoy, naik dari 2,31% yoy pada 2025, didorong kenaikan harga yang diatur pemerintah meski volatile food melandai.

1 Sep 2026

inflasi-tahunan-agustus-2026-tembus-319-makanan-beri-andil-terbesar
Ekonomi

Inflasi Tahunan Agustus 2026 Tembus 3,19%, Makanan Beri Andil Terbesar

Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% mtm dan 3,19% yoy, dengan makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,13%.

1 Sep 2026

investasi-semester-i-2026-tembus-rp-10106-t-serap-145-juta-pekerja
Ekonomi

Investasi Semester I-2026 Tembus Rp 1.010,6 T, Serap 1,45 Juta Pekerja

Realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%, menyerap 1,45 juta pekerja.

20 Agu 2026

pemerintah-siapkan-7-strategi-ekonomi-dan-fiskal-ri-2027
Ekonomi

Pemerintah Siapkan 7 Strategi Ekonomi dan Fiskal RI 2027

Pemerintah resmi merumuskan arah kebijakan strategis guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional pada tahun 2027.

14 Agu 2026

ekonomi-semester-i-2026-tumbuh-545-dan-raih-peringkat-positif
Ekonomi

Ekonomi Semester I 2026 Tumbuh 5,45% dan Raih Peringkat Positif

Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif sepanjang paruh pertama tahun ini.

14 Agu 2026