PMI Manufaktur RI Turun ke 46,90, BI Masih Optimistis Ekspansif

Minggu, 19 Juli 2026 | 15:01 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
PMI Manufaktur RI Turun ke 46,90, BI Masih Optimistis Ekspansif
Perkembangan PMI Manufaktur Indonesia Setahun Terakhir

Kinerja industri manufaktur Indonesia menunjukkan sinyal yang beragam pada pertengahan 2026. Melansir data S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juni 2026 turun ke level 46,90 dari 50 pada Mei 2026. Penurunan tersebut menandakan sektor manufaktur kembali memasuki fase kontraksi setelah sebelumnya masih berada di zona ekspansi. 

Di sisi lain, Bank Indonesia masih mencatat kondisi berbeda, dengan PMI Manufaktur Bank Indonesia pada triwulan III-2026 berada di level 51,43%, meski lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 52,03%.

Perkembangan PMI Manufaktur Indonesia Setahun Terakhir - (Bank Indonesia & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Perkembangan PMI Manufaktur Indonesia Setahun Terakhir - (Bank Indonesia & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Menurut S&P Global, pelemahan PMI dipicu oleh menurunnya permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia selama Juni 2026. Pesanan baru mengalami kontraksi pertama dalam tiga bulan dengan laju penurunan terdalam dalam setahun karena pelaku usaha menilai tekanan harga telah mengurangi daya beli masyarakat. Permintaan dari pasar ekspor juga kembali melemah akibat kenaikan harga, bahkan penurunannya menjadi yang terdalam sejak Agustus 2021. 

Berkurangnya pesanan baru turut membantu perusahaan menyelesaikan backlog pekerjaan sehingga volume pekerjaan yang belum terselesaikan menurun untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir. Lemahnya permintaan juga mendorong perusahaan memangkas output selama empat bulan berturut-turut dengan penurunan terdalam sejak April 2025, diikuti penurunan persediaan barang jadi selama dua bulan berturut-turut dengan laju yang lebih cepat dibanding Mei.

S&P Global juga mencatat produsen meningkatkan pengurangan jumlah tenaga kerja pada Juni 2026, dengan laju PHK menjadi yang terbesar sejak September 2021. Aktivitas pembelian bahan baku terus mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut dan mencatat penurunan terdalam sejak Agustus 2021. Selain lemahnya permintaan, kenaikan harga bahan baku juga membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian input produksi.

Berbeda dengan hasil survei S&P Global, Bank Indonesia menilai aktivitas manufaktur nasional masih berada pada fase ekspansi. Menurut Bank Indonesia, mayoritas komponen pembentuk PMI masih tumbuh, meliputi Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan. 

Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), sebagian besar subsektor juga berada pada zona ekspansi, dengan indeks tertinggi berasal dari Industri Mesin dan Perlengkapan, disusul Industri Makanan dan Minuman, Industri Logam Dasar, serta Industri Barang Galian Bukan Logam. 

Bank Indonesia bahkan memproyeksikan PMI Manufaktur pada triwulan III-2026 meningkat menjadi 52,32%, didorong oleh kinerja Industri Mesin dan Perlengkapan, Industri Pengolahan Tembakau, serta Industri Alat Angkutan. Perbedaan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kondisi manufaktur masih menghadapi tantangan di sisi permintaan, namun sejumlah indikator domestik masih mencerminkan prospek ekspansi yang tetap terjaga.

Data Terkait

53-ribu-orang-terdampak-phk-hingga-agustus-2026-ini-penyebabnya
Ekonomi

53 Ribu Orang Terdampak PHK hingga Agustus 2026, Ini Penyebabnya

PHK dalam sistem JKP mencapai 53.491 orang hingga Agustus 2026, turun 21,26% yoy akibat tekanan pasar global hingga biaya produksi.

1 hari yang lalu

nilai-ikk-naik-pada-agustus-2026
Ekonomi

Nilai IKK Naik pada Agustus 2026

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Indonesia bergerak dinamis sepanjang setahun terakhir.

23 Sep 2026

dua-tahun-kabinet-merah-putih-kepuasan-terhadap-kondisi-ekonomi-turun
Ekonomi

Dua Tahun Kabinet Merah Putih: Kepuasan terhadap Kondisi Ekonomi Turun

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II-2026, tetapi survei menunjukkan masyarakat masih menghadapi tekanan harga pokok dan lapangan kerja.

21 Sep 2026

keyakinan-konsumen-naik-ke-level-1185-pada-agustus-2026
Ekonomi

Keyakinan Konsumen Naik ke Level 118,5 pada Agustus 2026

Keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian Indonesia kembali menguat pada pengujung kuartal ketiga 2026.

10 Sep 2026

inflasi-agustus-2026-capai-319-ini-perbandingannya-dengan-2025
Ekonomi

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Ini Perbandingannya dengan 2025

Inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19% yoy, naik dari 2,31% yoy pada 2025, didorong kenaikan harga yang diatur pemerintah meski volatile food melandai.

1 Sep 2026

inflasi-tahunan-agustus-2026-tembus-319-makanan-beri-andil-terbesar
Ekonomi

Inflasi Tahunan Agustus 2026 Tembus 3,19%, Makanan Beri Andil Terbesar

Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% mtm dan 3,19% yoy, dengan makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,13%.

1 Sep 2026