Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan kembali menjadi pendorong utama perputaran ekonomi sektor pariwisata nasional. Lonjakan mobilitas masyarakat, meningkatnya okupansi hotel, serta padatnya destinasi wisata menjadi indikator awal naiknya omzet pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah.
Sejumlah destinasi unggulan seperti Bali, Yogyakarta, Bandung, kawasan Puncak, hingga kota-kota besar diprediksi akan mengalami peningkatan jumlah kunjungan selama periode Nataru. Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan hotel, restoran, tempat wisata, transportasi, serta pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
Sektor perhotelan diperkirakan menjadi salah satu penyumbang omzet terbesar selama Nataru 2025/2026. Tingkat hunian kamar di sejumlah destinasi favorit diprediksi mendekati kapasitas maksimal, terutama pada periode puncak liburan.
Selain hotel, sektor transportasi—mulai dari penerbangan, kereta api, kapal laut, hingga transportasi darat—juga menikmati peningkatan permintaan. Sementara itu, usaha kuliner dan pusat oleh-oleh turut merasakan dampak positif dari meningkatnya arus wisatawan.