Kenaikan Harga Bahan Baku Bayangi Pemulihan Industri Petrokimia

Senin, 20 April 2026 | 13:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kenaikan Harga Bahan Baku Bayangi Pemulihan Industri Petrokimia
Perkembangan PDB Industri Kimia Indonesia, 2021-2025

Konflik geopolitik di Timur Tengah mulai memberikan tekanan pada industri petrokimia nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan adanya gangguan pada rantai pasok akibat krisis logistik energi di kawasan tersebut, terutama pada sektor hulu yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kondisi ini memicu dinamika harga pada produk turunan petrokimia yang menjadi komponen penting di berbagai sektor industri.

Terlebih, produk petrokimia memiliki peran strategis karena digunakan secara luas di berbagai sektor, oleh karena itu, gangguan pada pasokan di sektor hulu berpotensi merambat hingga ke sektor hilir, sehingga memengaruhi stabilitas produksi dan harga di berbagai industri turunan.

Meski menghadapi tekanan, Kemenperin menyampaikan bahwa gangguan pasokan saat ini belum sampai menghentikan aktivitas produksi. Akan tetapi, pelaku industri telah melakukan penyesuaian harga di pasar seiring dengan kenaikan harga bahan baku plastik. Dalam jangka panjang, kenaikan harga tersebut berpotensi menekan kinerja industri petrokimia secara keseluruhan, meskipun sektor ini tengah menunjukkan tren pemulihan.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan PDB industri kimia secara luas, termasuk farmasi dan obat tradisional pada 2025 mencapai 8,35% yoy. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan 2022 yang hanya tumbuh 0,69% yoy dan sempat melemah menjadi 0,11% pada 2023, sebelum kembali meningkat ke 5,86% yoy pada 2024. Meski demikian, capaian pada 2025 masih lebih rendah dibandingkan 2021 yang mencapai 9,61% yoy.

Perkembangan PDB Industri Kimia Indonesia, 2021-2025 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)
Perkembangan PDB Industri Kimia Indonesia, 2021-2025 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)

Data Terkait

harga-minyak-kian-melambung-negara-asean-hadapi-kerentanan-fiskal
Ekonomi

Harga Minyak Kian Melambung, Negara ASEAN Hadapi Kerentanan Fiskal

Kenaikan harga minyak dunia meningkatkan tekanan inflasi dan fiskal di ASEAN. Thailand, Laos, dan Kamboja menjadi negara paling rentan.

7 jam yang lalu

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

13 jam yang lalu

harga-plastik-melonjak-konsumsi-plastik-kemasan-indonesia-capai-31
Ekonomi

Harga Plastik Melonjak, Konsumsi Plastik Kemasan Indonesia Capai 31%

Konflik Timur Tengah mengganggu pasokan dan memicu naiknya harga plastik. Hal ini berpengaruh pada industri nasional mengingat tingginya konsumsi plastik kemasan.

20 Apr 2026

harga-plastik-terbang-tinggi-industri-masuk-fase-ganti-harga
Internasional

Harga Plastik Terbang Tinggi, Industri Masuk Fase ‘Ganti Harga’

Serangan AS-Israel ke Iran mengganggu pasokan global, memicu harga plastik naik 30%–100%. Harga eceran kini berkisar Rp28–49 ribu/kg di sejumlah daerah.

16 Apr 2026

tren-kendaraan-listrik-global-menguat-norwegia-pimpin-populasi-97
Ekonomi

Tren Kendaraan Listrik Global Menguat, Norwegia Pimpin Populasi 97%

Krisis geopolitik dorong harga minyak dan percepat transisi energi. RI fokus kembangkan EV dan EBT, saat 8 negara sudah punya populasi EV di atas 50%.

14 Apr 2026

beban-impor-energi-tekan-ri-sawit-berpotensi-dorong-kemandirian-energi
Ekonomi

Beban Impor Energi Tekan RI, Sawit Berpotensi Dorong Kemandirian Energi

Tingginya harga minyak dan ketergantungan impor dapat membebani ekonomi RI. Industri sawit berpotensi jadi solusi untuk mendorong kemandirian energi nasional.

10 Apr 2026