Di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah serta ancaman fenomena iklim El Nino, tekanan terhadap ketahanan pangan global kian meningkat. Gangguan jalur logistik, ketidakpastian perdagangan internasional, serta potensi lonjakan harga energi dan pupuk menjadi faktor yang dapat menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga pangan dunia.
Melansir Investor Daily, lembaga internasional seperti Badan Energi Internasional, Dana Moneter Internasional, dan Grup Bank Dunia memperingatkan bahwa harga bahan bakar dan pupuk berpotensi tetap tinggi dalam jangka panjang akibat dampak konflik. Bahkan, harga komoditas diperkirakan masih akan bertahan tinggi meskipun arus distribusi melalui Selat Hormuz kembali normal, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan dan ketahanan pangan global.
Merespons tantangan tersebut, pemerintah Indonesia menyiapkan strategi komprehensif di sektor pangan dan pertanian. Dalam menghadapi tekanan geopolitik global, pemerintah mengintensifkan pengendalian harga melalui pelaksanaan 3,82 ribu Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah, intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, serta memastikan pasokan kedelai dari importir berada dalam rentang harga acuan yang ditetapkan pemerintah.
Pengawasan rantai pasok juga diperkuat melalui Satgas Pangan, disertai upaya peningkatan produksi pertanian melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi. Selain itu, pemerintah juga melakukan reformasi besar di sektor pertanian melalui penerbitan 13 Peraturan Presiden serta pencabutan sekitar 500 regulasi internal yang dinilai menghambat percepatan program pertanian nasional.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino, pemerintah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini. Optimalisasi pengelolaan sumber daya air dilakukan melalui rehabilitasi irigasi, pemanfaatan embung, dan pengerahan pompa air. Percepatan tanam difokuskan pada daerah yang memiliki potensi ketersediaan air, sementara pemanfaatan lahan terus dioptimalkan melalui penggarapan lahan dan percepatan cetak sawah baru. Seluruh langkah ini diperkuat dengan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, hingga dukungan TNI guna memastikan implementasi berjalan efektif.
Secara keseluruhan, strategi ini mencerminkan pendekatan ganda pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan produksi, guna memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tekanan global dan risiko iklim yang semakin kompleks.