Konflik Timur Tengah Ancam Energi, Hampir 50% Minyak RI Masih Impor

Senin, 16 Maret 2026 | 12:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Konflik Timur Tengah Ancam Energi, Hampir 50% Minyak RI Masih Impor
Eskalasi konflik AS-Israel dan Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia. Indonesia dinilai rentan karena impor minyak masih menyumbang hampir 50% konsumsi nasional.

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi menimbulkan dampak terhadap perekonomian Indonesia, terutama melalui kenaikan harga minyak mentah dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pada jalur distribusi energi global yang menjadi penopang pasokan minyak internasional.

Salah satu titik krusial yang terdampak adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20-30% perdagangan minyak dunia. Ketika konflik meningkat dan mengganggu aktivitas di kawasan tersebut, rantai pasok energi global dapat mengalami tekanan. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional.

Dampak tersebut menjadi perhatian bagi Indonesia yang masih memiliki ketergantungan cukup besar terhadap impor minyak mentah. Pada 2024, impor minyak mentah tercatat sebesar 112,19 juta barel atau setara 42,81% dari total konsumsi nasional yang mencapai 262,05 juta barel. Pada tahun sebelumnya, porsi impor bahkan sempat mendekati setengah dari kebutuhan domestik, yakni 125,61 juta barel atau sekitar 47,63% dari konsumsi nasional.

Eskalasi konflik AS-Israel dan Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia. Indonesia dinilai rentan karena impor minyak masih menyumbang hampir 50% konsumsi nasional. - (Kementerian ESDM/Karen Agatha)
Eskalasi konflik AS-Israel dan Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia. Indonesia dinilai rentan karena impor minyak masih menyumbang hampir 50% konsumsi nasional. - (Kementerian ESDM/Karen Agatha)

Dalam satu dekade terakhir, pemerintah sebenarnya telah berupaya menekan ketergantungan impor minyak mentah. Realisasi impor dalam 10 tahun terakhir tercatat menurun sekitar 17,90%. Namun demikian, besarnya kebutuhan energi domestik membuat Indonesia masih cukup rentan terhadap gejolak harga minyak dunia yang dipicu ketidakstabilan geopolitik global.

Data Terkait

indonesia-perluas-sumber-impor-minyak-demi-stabilitas-energi-nasional
Hukum & Keamanan

Indonesia Perluas Sumber Impor Minyak Demi Stabilitas Energi Nasional

Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah gejolak geopolitik Tim-Teng

18 Mar 2026

pungutan-ekspor-sawit-ri-diproyeksi-naik-sepanjang-2026
Ekonomi

Pungutan Ekspor Sawit RI Diproyeksi Naik Sepanjang 2026

Eskalasi konflik AS-Iran berpotensi mendorong harga minyak global. Di saat bersamaan, penerimaan pungutan ekspor kelapa sawit diproyeksi naik sepanjang 2026.

16 Mar 2026

harga-minyak-dunia-melonjak-dipicu-konflik-timur-tengah
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Melonjak Dipicu Konflik Timur Tengah

Dalam sepekan terakhir, harga WTI naik 23,89% menjadi US$ 88,25 per barel dan Brent naik 18,83% menjadi US$ 92,38 per barel pada Selasa (10/3).

11 Mar 2026