Antisipasi Krisis Global, Pemerintah Targetkan Efisiensi Rp 263,4 T

Kamis, 9 April 2026 | 15:15 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Antisipasi Krisis Global, Pemerintah Targetkan Efisiensi Rp 263,4 T
Potensi Penghematan dari Kebijakan Strategis Terkait Efisiensi Energi

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan krisis energi global yang diikuti dengan lonjakan harga minyak dunia yang telah mencapai US$ 100 per barel. 

Merespons tekanan global tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan program strategis berupa 8 kebijakan strategis Transformasi Budaya Kerja Nasional yang dirancang untuk memperkuat etos kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong budaya kerja yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif.

Salah satu langkah utama dalam program ini adalah penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat, serta imbauan kepada sektor swasta untuk menerapkan kebijakan serupa sesuai karakteristik usaha. Selain itu, pemerintah juga melakukan refocusing anggaran Kementerian/Lembaga ke belanja produktif, termasuk rekonstruksi bencana di Sumatera, serta menetapkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 guna menekan konsumsi BBM fosil.

Di sisi lain, program MBG juga mengalami penyesuaian dengan penyediaan makanan segar selama 5 hari dalam seminggu, kecuali untuk asrama, daerah 3T, dan wilayah dengan angka stunting tinggi. Secara keseluruhan, kebijakan ini ditargetkan mampu menghemat anggaran hingga Rp 263,4 triliun. 

Rinciannya, refocusing anggaran K/L diproyeksikan menghemat Rp 121,2 triliun dan Rp 130,2 triliun. Sementara itu, efisiensi dari belanja BBM masyarakat dan kebijakan B50 masing-masing mencapai Rp 59 triliun dan Rp 50 triliun, program MBG sebesar Rp 20 triliun, serta penghematan kompensasi BBM ke APBN sebesar Rp 6,2 triliun.

Potensi Penghematan dari Kebijakan Strategis Terkait Efisiensi Energi
 - (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian/Diproduksi Gemini AI)
Potensi Penghematan dari Kebijakan Strategis Terkait Efisiensi Energi - (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian/Diproduksi Gemini AI)

Data Terkait

beban-impor-energi-tekan-ri-sawit-berpotensi-dorong-kemandirian-energi
Ekonomi

Beban Impor Energi Tekan RI, Sawit Berpotensi Dorong Kemandirian Energi

Tingginya harga minyak dan ketergantungan impor dapat membebani ekonomi RI. Industri sawit berpotensi jadi solusi untuk mendorong kemandirian energi nasional.

5 jam yang lalu

momentum-krisis-energi-global-indonesia-maksimalkan-potensi-sda
Ekonomi

Momentum Krisis Energi Global, Indonesia Maksimalkan Potensi SDA

Tingginya harga minyak dunia memicu krisis energi global. RI percepat transformasi energi dan pangan, didukung potensi sumber daya alam hingga EBT.

1 hari yang lalu

bioetanol-ri-belum-kompetitif-keberhasilan-brasil-bisa-jadi-acuan
Ekonomi

Bioetanol RI Belum Kompetitif, Keberhasilan Brasil Bisa Jadi Acuan

Transisi energi bersih kian cepat, namun pemanfaatan bioetanol RI belum optimal. Keberhasilan Brasil sebagai produsen terbesar kedua dunia dapat jadi acuan.

1 hari yang lalu

mitigasi-geopolitik-pemerintah-rilis-8-kebijakan-efisiensi-energi
Ekonomi

Mitigasi Geopolitik, Pemerintah Rilis 8 Kebijakan Efisiensi Energi

Konflik AS-Iran mendorong krisis energi seiring melonjaknya harga minyak. Pemerintah kemudian meluncurkan kebijakan efisiensi energi sebagai antisipasi.

2 hari yang lalu

pembiayaan-nze-butuh-dana-besar-kesiapan-perbankan-masih-minim
Ekonomi

Pembiayaan NZE Butuh Dana Besar, Kesiapan Perbankan Masih Minim

Kebutuhan dana NZE capai Rp 794,6 triliun per tahun, namun kesiapan perbankan belum merata akibat kendala regulasi, SDM, dan standar proyek hijau.

1 Apr 2026

transisi-energi-dikebut-di-tengah-krisis-partisipasi-publik-masih-minim
Ekonomi

Transisi Energi Dikebut di Tengah Krisis, Partisipasi Publik Masih Minim

Indonesia hadapi risiko krisis energi akibat lonjakan harga minyak. Meski transisi energi menuju NZE 2060 dipercepat, partisipasi publik masih terbatas.

31 Mar 2026