Konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan krisis energi global yang diikuti dengan lonjakan harga minyak dunia yang telah mencapai US$ 100 per barel.
Merespons tekanan global tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan program strategis berupa 8 kebijakan strategis Transformasi Budaya Kerja Nasional yang dirancang untuk memperkuat etos kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong budaya kerja yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif.
Salah satu langkah utama dalam program ini adalah penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat, serta imbauan kepada sektor swasta untuk menerapkan kebijakan serupa sesuai karakteristik usaha. Selain itu, pemerintah juga melakukan refocusing anggaran Kementerian/Lembaga ke belanja produktif, termasuk rekonstruksi bencana di Sumatera, serta menetapkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 guna menekan konsumsi BBM fosil.
Di sisi lain, program MBG juga mengalami penyesuaian dengan penyediaan makanan segar selama 5 hari dalam seminggu, kecuali untuk asrama, daerah 3T, dan wilayah dengan angka stunting tinggi. Secara keseluruhan, kebijakan ini ditargetkan mampu menghemat anggaran hingga Rp 263,4 triliun.
Rinciannya, refocusing anggaran K/L diproyeksikan menghemat Rp 121,2 triliun dan Rp 130,2 triliun. Sementara itu, efisiensi dari belanja BBM masyarakat dan kebijakan B50 masing-masing mencapai Rp 59 triliun dan Rp 50 triliun, program MBG sebesar Rp 20 triliun, serta penghematan kompensasi BBM ke APBN sebesar Rp 6,2 triliun.