Daya Beli Melemah, Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Bergeser ke Sektor Jasa

Selasa, 24 Maret 2026 | 15:48 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Daya Beli Melemah, Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Bergeser ke Sektor Jasa
Tekanan Inflasi dan Pergeseran Konsumsi Jelang Ramadan-Lebaran 2026

Memasuki Ramadan dan Idulfitri 2026, daya beli masyarakat menghadapi tekanan akibat kenaikan inflasi yang tidak diimbangi peningkatan upah. Riset INDEF bertajuk “Daya Beli Masyarakat di Bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026” mencatat, pada Januari hingga Februari 2026, inflasi tercatat naik dari 3,55% menjadi 4,76%. Sementara itu, kenaikan upah relatif terbatas bahkan berada di bawah laju inflasi, sehingga kemampuan masyarakat dalam memenuhi standar hidup layak semakin tertekan.

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai stimulus fiskal, seperti bantuan pangan, diskon tarif transportasi, percepatan belanja negara, serta peningkatan alokasi Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri. Meski kebijakan ini berpotensi menjaga konsumsi dalam jangka pendek, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dinilai terbatas karena belum menjangkau pekerja swasta dan sektor informal secara merata.

Tekanan Inflasi dan Pergeseran Konsumsi Jelang Ramadan-Lebaran 2026 - (INDEF/Karen Agatha)
Tekanan Inflasi dan Pergeseran Konsumsi Jelang Ramadan-Lebaran 2026 - (INDEF/Karen Agatha)

Tekanan inflasi juga diperparah oleh faktor eksternal, termasuk ketegangan geopolitik antara AS-Israel dan Iran yang mendorong kenaikan harga energi. Kondisi ini meningkatkan biaya impor serta distribusi domestik. Di sisi lain, inflasi dari sisi pasokan belum tertangani optimal dan cenderung direspons melalui kebijakan moneter, sehingga memunculkan ketidaksesuaian dalam penanganannya. Inflasi musiman pada Ramadan hingga Lebaran 2026 yang rata-rata menambah 0,3-0,8% mtm berpotensi memperburuk kondisi jika pelemahan rupiah tidak diimbangi strategi stabilisasi harga.

Respons kebijakan juga menunjukkan perbedaan kecepatan antara fiskal dan moneter. Inflasi dari sisi supply cenderung tidak disentuh langsung, sementara respons lebih banyak melalui moneter sehingga terjadi ketidaksesuaian kebijakan. Dalam jangka pendek, meskipun inflasi relatif terkendali, tekanan biaya masih dirasakan produsen, sementara suku bunga tinggi menahan pemulihan ekonomi serta memperlambat transmisi kredit ke sektor riil.

Menariknya, pola konsumsi selama Ramadan juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau mendominasi inflasi, tren pada 2026 menunjukkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru meningkat signifikan dan menjadi sumber tekanan inflasi. Kenaikan ini terjadi secara konsisten menjelang dan selama Ramadan, bahkan melampaui kelompok pengeluaran lainnya, mencerminkan pergeseran konsumsi masyarakat yang dipengaruhi aktivitas sosial dan layanan berbasis jasa.

Data Terkait

mobil-listrik-melonjak-saat-penjualan-nasional-lesu-insentif-dikaji
Otomotif

Mobil Listrik Melonjak Saat Penjualan Nasional Lesu, Insentif Dikaji

Penjualan mobil listrik melonjak signifikan dalam 5 tahun terakhir di tengah penjualan mobil nasional yang lesu. Pemerintah masih mengkaji insentif baru di tengah risiko fiskal global.

4 hari yang lalu

insentif-mobil-listrik-2026-dikaji-ulang-ini-peluang-dan-penghambatnya
Otomotif

Insentif Mobil Listrik 2026 Dikaji Ulang, Ini Peluang dan Penghambatnya

Pemerintah mengkaji insentif mobil listrik 2026. Di satu sisi mendorong penjualan, tapi berpotensi menekan defisit APBN.

27 Mar 2026

meski-pemudik-turun-dampak-ekonomi-lebaran-2026-diproyeksi-lampaui-2025
Ekonomi

Meski Pemudik Turun, Dampak Ekonomi Lebaran 2026 Diproyeksi Lampaui 2025

Meski pemudik turun 6,93% yoy jadi 143,9 juta, perputaran uang Lebaran 2026 tembus Rp 161,8 triliun, melampaui Lebaran 2025 yang mendorong PDB hingga 5,2% yoy.

26 Mar 2026

penukaran-uang-melonjak-jelang-lebaran-tembus-91-di-2026
Ekonomi

Penukaran Uang Melonjak Jelang Lebaran, Tembus 91% di 2026

Penukaran uang mencapai 91% jelang Lebaran 2026, naik dari 89% tahun lalu. Lonjakan kartal terjadi tiap Ramadan, namun daya beli tetap dipengaruhi inflasi.

25 Mar 2026

diskon-transportasi-lebaran-mampu-meredam-inflasi-meski-efek-terbatas
Ekonomi

Diskon Transportasi Lebaran Mampu Meredam Inflasi, Meski Efek Terbatas

Diskon transportasi Rp 911,16 miliar bantu jaga inflasi dan daya beli saat Lebaran 2026, meski efeknya terbatas dan terbatas pada preferensi moda transportasi.

25 Mar 2026

inflasi-ramadan-lebaran-2026-tak-diimbangi-pertumbuhan-upah
Ekonomi

Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Tak Diimbangi Pertumbuhan Upah

Daya beli melemah jelang Ramadan 2026 akibat inflasi naik, sementara pertumbuhan upah hanya mencapai 1,94% pada Agustus 2025 dan tertinggal dari laju inflasi.

25 Mar 2026