Pemerintah terus memperkuat kemandirian pangan dengan mengoptimalkan komoditas strategis guna memutus rantai ketergantungan impor. Jagung menjadi andalan utama dengan capaian produksi yang sangat masif, di mana sepanjang tahun 2025 tercatat menembus angka 16,1 juta ton dan diproyeksikan melonjak ke target 18 juta ton pada tahun ini. Tren positif ini dibarengi dengan performa ekspor yang impresif; setelah mengirimkan 6,6 ribu ton di tahun lalu, Bappenas memprediksi volume ekspor akan melesat hingga 52,9 ribu ton pada 2026, membuktikan bahwa produksi dalam negeri tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik tetapi juga kompetitif di pasar global.
Selain jagung, sektor perberasan dan hortikultura turut menunjukkan taringnya dalam peta swasembada. Produksi padi tahun 2025 yang mencapai 60,2 juta ton GKG telah memungkinkan Indonesia melakukan ekspor beras perdana ke Arab Saudi pada Maret 2026 ini. Langkah serupa terlihat pada bawang merah dan telur ayam, di mana penguatan ekspor ke Asia Tenggara serta penetrasi pasar Uni Emirat Arab menjadi bukti nyata keberhasilan strategi hulu-hilir.