Pemerintah menargetkan peningkatan produksi pangan nasional secara signifikan pada 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan. Data menunjukkan bahwa produksi pangan beberapa komoditas seperti Beras, Jagung, Bawang Merah, Daging Ayam, Cabai ditargetkan untuk meningkat.
Melansir data dari Kementerian Pertanian, produksi beras ditargetkan naik 32,80 juta ton pada 2025, sedangkan pada 2026 produksi komoditas ini ditargetkan naik menjadi 33,80 juta ton. Adapun produksi jagung ditargetkan mencapai 15,25 juta ton pada 2025 dan pada 2026 ditargetkan menjadi 22,70 juta atau naik hampir 50% dari target awal. Selain bahan pangan pokok di atas, produksi bawang merah, daging ayam, dan cabai besar juga ditargetkan naik pada 2025 hingga 2026 mendatang.
Pencapaian dan target ambisius ini menjadi bukti nyata keseriusan Prabowo dalam menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada pangan, tetapi juga lumbung pangan dunia. Peningkatan produksi di berbagai sektor menunjukkan strategi komprehensif pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas. Dengan fokus pada ketersediaan pangan yang melimpah, Prabowo menegaskan komitmennya untuk membawa Indonesia menuju kemandirian pangan serta memperkuat posisinya di tingkat global.