Cadangan beras pemerintah (CBP) mencatatkan rekor tertinggi pada awal 2026. Per Maret 2026, stok beras nasional telah mencapai 4 juta ton. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa dalam tiga bulan ke depan, jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga 6 juta ton. Hingga akhir Februari saja, posisi stok telah berada di kisaran 3,9 juta ton, naik dari 3,5 juta ton pada awal bulan.
Berdasarkan laporan Bapanas per 13 Februari 2026, total stok beras yang dikelola Perum Bulog tercatat 3,53 juta ton. Dari jumlah itu, 3,34 juta ton merupakan CBP dan 188,5 ribu ton merupakan stok komersial. Peningkatan stok ini sejalan dengan percepatan pengadaan dari produksi dalam negeri.
Realisasi pengadaan setara beras telah mencapai 293,6 ribu ton, dengan 287,6 ribu ton dialokasikan untuk memperkuat CBP dan 6 ribu ton untuk kebutuhan komersial. Angka tersebut melonjak lebih dari 600 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana serapan pada awal Februari hanya 38,7 ribu ton.
Pemerintah menilai tren produksi dan serapan yang terus meningkat akan memperkokoh ketahanan pangan nasional. Produksi beras sepanjang 2025 tercatat 34,7 juta ton, naik 13 persen dibandingkan 2024. Kenaikan ini mempertegas optimisme menuju swasembada beras dan penguatan cadangan pangan pemerintah.