Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menunjukkan langkah nyata dan terencana dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Sejak 2024, berbagai tahapan strategis dijalankan, dimulai dari tahap persiapan dengan perencanaan menuju swasembada pangan dan program pompanisasi satu juta hektare lahan. Pada 2025, produksi pangan nasional ditargetkan meningkat sebesar 2,5 juta ton melalui optimalisasi 61 waduk dan perluasan pompanisasi. Langkah-langkah ini mencerminkan pondasi kuat menuju peningkatan kapasitas produksi pertanian yang berkelanjutan.
Pada periode 2026 hingga 2029, pemerintah menargetkan peningkatan produksi secara signifikan hingga mencapai tambahan 12,5 juta ton, disertai dengan program besar seperti pencetakan sawah baru 1 juta hektare per tahun, perbaikan jaringan irigasi, serta optimalisasi waduk di berbagai daerah. Memasuki 2028, Indonesia diproyeksikan sudah mampu mengekspor beras dan pada 2029 ditargetkan menjadi lumbung pangan dunia sekaligus mampu memberikan bantuan beras untuk kemanusiaan. Rangkaian tahapan ini menjadi bukti keseriusan Prabowo dalam menjadikan Indonesia bukan hanya swasembada, tetapi juga berdaulat dan berperan penting dalam ketahanan pangan global.