Kerap Naik Saat Ramadan, Inflasi 2026 Diprediksi Lebih Berat

Kamis, 19 Februari 2026 | 17:15 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kerap Naik Saat Ramadan, Inflasi 2026 Diprediksi Lebih Berat
Inflasi kerap melonjak saat Ramadan. Tekanan 2026 diperkirakan lebih tinggi akibat harga energi, lonjakan konsumsi, dan risiko pasokan pangan.

Tren inflasi dalam lima tahun terakhir menunjukkan kenaikan saat Ramadan hingga Lebaran. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2025 terjadi lonjakan tajam dari deflasi 0,48% month to month (mtm) menjadi inflasi 1,65% mtm pada Maret. Pada 2022, inflasi Maret tercatat 0,66% mtm dan meningkat menjadi 0,95% mtm saat memasuki Ramadan.

Inflasi kerap melonjak saat Ramadan. Tekanan 2026 diperkirakan lebih tinggi akibat harga energi, lonjakan konsumsi, dan risiko pasokan pangan. - (BPS/Karen Agatha)
Inflasi kerap melonjak saat Ramadan. Tekanan 2026 diperkirakan lebih tinggi akibat harga energi, lonjakan konsumsi, dan risiko pasokan pangan. - (BPS/Karen Agatha)

Pada 2026, tekanan pada harga bahan pangan diproyeksikan lebih besar dibandingkan tahun lalu dipicu oleh lonjakan tarif energi, kenaikan permintaan musiman, serta penyerapan komoditas untuk program pemerintah dapat mempercepat laju kenaikan harga. 

Adapun bahan pangan seperti daging ayam dan telur diperkirakan menghadapi tekanan paling signifikan karena pasokan harus dibagi antara konsumsi rumah tangga dan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, cabai dan bawang merah dikenal rentan terhadap gangguan cuaca dan distribusi. Akibatnya, harga di tingkat pasar bisa melonjak meskipun secara nasional ketersediaan stok terbilang cukup.

Ramadan yang berlangsung pada pertengahan Februari hingga Maret juga memperpanjang fase konsumsi tinggi. Belanja masyarakat sudah meningkat sejak periode libur sebelumnya, sehingga permintaan memasuki bulan puasa dalam kondisi yang telah menguat. Jika distribusi dan kesiapan stok di daerah tidak diperkuat, lonjakan musiman ini berisiko meningkatkan inflasi pangan hingga menekan kelompok berpenghasilan rendah.

Data Terkait

harga-pangan-20172026-cabai-jadi-komoditas-dengan-kenaikan-tertinggi
Ekonomi

Harga Pangan 2017–2026: Cabai Jadi Komoditas dengan Kenaikan Tertinggi

Harga sejumlah komoditas pangan menunjukkan kenaikan signifikan dalam periode 2017–2026. Berdasarkan perbandingan harga pada 8 September 2017 dan 8 September 2026, cabai rawit merah mencatat kenaikan paling tinggi, mencapai 152,14%, dari Rp36.250 menjadi Rp91.400 per kilogram. Kenaikan terbesar berikutnya terjadi pada cabai rawit hijau sebesar 95,14%.

1 hari yang lalu

indeks-pangan-dunia-melesat-pada-agustus-2026
Ekonomi

Indeks Pangan Dunia Melesat pada Agustus 2026

Pasar komoditas pangan global mengalami guncangan harga hebat sepanjang sepuluh tahun terakhir.

1 hari yang lalu

cabai-rawit-merah-pimpin-kenaikan-pangan-1-september-2026
Ekonomi

Cabai Rawit Merah Pimpin Kenaikan Pangan 1 September 2026

Harga sejumlah komoditas pangan pokok secara nasional bergerak bervariasi pada awal September 2026.

2 Sep 2026

inflasi-agustus-2026-capai-319-ini-perbandingannya-dengan-2025
Ekonomi

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Ini Perbandingannya dengan 2025

Inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19% yoy, naik dari 2,31% yoy pada 2025, didorong kenaikan harga yang diatur pemerintah meski volatile food melandai.

1 Sep 2026

inflasi-tahunan-agustus-2026-tembus-319-makanan-beri-andil-terbesar
Ekonomi

Inflasi Tahunan Agustus 2026 Tembus 3,19%, Makanan Beri Andil Terbesar

Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% mtm dan 3,19% yoy, dengan makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,13%.

1 Sep 2026

dampak-lonjakan-dolar-as-terhadap-harga-pangan-ri-per-mei-2026
Ekonomi

Dampak Lonjakan Dolar AS Terhadap Harga Pangan RI Per Mei 2026

Dollar naik ke 17.614 pemicu inflasi pangan Mei 2026. Cabai melonjak hingga 30%, minyak & kedelai naik juga naik melebihi 2%.

20 Mei 2026