Kinerja beras nasional mencetak rekor pada awal 2026. Berdasarkan proyeksi neraca pangan yang disusun Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok beras nasional tercatat mencapai 12,4 juta ton. Angka ini menjadi titik tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan nasional.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyebut lonjakan stok juga terlihat pada cadangan beras yang berada di hotel, restoran, dan perumahan. Jumlahnya kini menembus 12 juta ton, naik sekitar 47% dibandingkan posisi sebelumnya yang berkisar 7-8 juta ton. Jika dibandingkan stok awal 2024 sebesar 4,1 juta ton, terjadi kenaikan 202,4%. Sementara dibandingkan awal 2025 yang mencapai 8,4 juta ton, stok tahun ini bertambah 47,6%.
Penguatan produksi dan cadangan pangan tersebut turut menopang stabilitas harga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras eceran pada Januari 2026 berada di level 0,16%, lebih rendah dibandingkan Desember 2025 sebesar 0,18%. Capaian ini menjadi inflasi beras terendah dalam tiga tahun terakhir menjelang Ramadan.
Sebagai pembanding, inflasi beras pada Februari 2022 tercatat 2,63% dan Februari 2024 mencapai 5,32%. Pada Februari 2025, inflasi beras bulanan berada di 0,26%.