Badan Pangan Nasional (BPN) memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026 pada Februari-Maret mendatang. Dari sejumlah komoditas strategis, beras mencatatkan cadangan paling besar. Stok awal tahun ini mencapai 20,38 juta ton, sementara kebutuhan saat Ramadan-Lebaran diperkirakan 5,12 juta ton, sehingga tersisa 15,26 juta ton hingga akhir 2026.
Setelah beras, jagung menjadi komoditas dengan kebutuhan terbesar berikutnya, yakni 3,04 juta ton selama periode yang sama. Dengan persediaan awal 7,70 juta ton, komoditas ini diproyeksikan masih menyisakan 4,66 juta ton pada penghujung tahun.
Namun, beberapa bahan pangan hewani mencatat cadangan yang lebih terbatas. Telur ayam ras diperkirakan membutuhkan 1,08 juta ton saat Ramadan dan Lebaran, sedangkan stok awal hanya 1,38 juta ton. Artinya, sisa cadangan hingga akhir tahun diproyeksikan tinggal 0,30 juta ton.
Kondisi serupa juga terlihat pada daging sapi atau kerbau. Kebutuhan untuk Februari-Maret 2026 mencapai 0,13 juta ton, sementara stok awal tercatat 0,17 juta ton. Dengan demikian, hanya tersisa sekitar 0,04 juta ton sebagai cadangan, menjadikannya salah satu komoditas dengan sisa stok paling tipis hingga akhir 2026.