Gini Ratio Indonesia Capai Titik Terendah di September 2025

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:42 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Gini Ratio Indonesia Capai Titik Terendah di September 2025
Gini Ratio Indonesia Capai Titik Terendah di September 2025

Kabar baik datang dari kondisi ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya perbaikan signifikan dalam distribusi pengeluaran penduduk. Per September 2025, angka Gini Ratio nasional tercatat sebesar 0,363, sebuah capaian yang menunjukkan tren positif dalam pemerataan ekonomi di tanah air.

Angka ini memperlihatkan penurunan sebesar 0,012 poin dibandingkan dengan Maret 2025 yang berada di level 0,375. Jika ditarik lebih jauh ke September 2024, penurunannya bahkan lebih terasa, yakni mencapai 0,018 poin dari angka sebelumnya 0,381. Penurunan ini menjadi sinyal kuat bahwa kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia kian menipis. 

Pemulihan Pasca-Pandemi dan Tren Perbaikan

Menilik ke belakang, perjalanan Indonesia dalam menekan ketimpangan cukup fluktuatif. Pada September 2019, Gini Ratio berada di angka 0,380 sebelum akhirnya melonjak akibat hantaman pandemi Covid-19 pada 2020. Ketimpangan bahkan sempat menyentuh angka 0,388 (Maret 2023), yang merupakan level tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Namun sejak memasuki Maret 2025, Indonesia menunjukkan pemulihan yang konsisten. Tren menurun dari 0,379 di Maret 2024 hingga menyentuh 0,363 di September 2025 menjadi bukti nyata bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk terus mengalami perbaikan yang berkelanjutan.

Ketimpangan Kota vs Desa: Kontras yang Kian Meredup

Perbaikan distribusi pengeluaran terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Di daerah perkotaan, Gini Ratio pada September 2025 tercatat sebesar 0,383, turun dari 0,395 di Maret 2025 dan 0,402 di September 2024. Meski angka di perkotaan masih lebih tinggi secara nominal, laju penurunannya menunjukkan progres yang berarti. Sementara itu di daerah perdesaan, pemerataan pengeluaran terlihat jauh lebih stabil dan rendah. Pada September 2025, Gini Ratio perdesaan tercatat hanya 0,295, turun tipis dari 0,299 di Maret 2025 dan 0,308 di September 2024. Kondisi ini menempatkan wilayah perdesaan dalam kategori ketimpangan rendah menurut standar internasional.

Meningkatnya Daya Beli Kelompok 40% Terbawah

Indikator lain yang menggembirakan adalah meningkatnya porsi pengeluaran kelompok penduduk 40% terbawah, atau yang sering disebut sebagai Ukuran Bank Dunia. Secara nasional, distribusi pengeluaran kelompok ini mencapai 19,28% pada September 2025. Angka tersebut meningkat 0,63% poin dari Maret 2025 dan tumbuh 0,87% poin dibanding September 2024.

Di wilayah perkotaan, porsi pengeluaran kelompok terbawah ini naik menjadi 18,32%, sedangkan di perdesaan angkanya lebih tinggi lagi, mencapai 22,09%. Kenaikan persentase ini menandakan bahwa daya beli masyarakat di level ekonomi bawah mulai menguat dan porsi ekonomi yang mereka nikmati semakin besar.

Potret Wilayah: Dari Bangka Belitung hingga Papua Selatan

Meski secara nasional membaik, sebaran ketimpangan antarprovinsi masih menunjukkan keberagaman yang lebar. Papua Selatan tercatat sebagai provinsi dengan tingkat ketimpangan tertinggi di Indonesia. BPS menyebut, Gini Ratio Papua Selatan mencapai 0,426. Sebaliknya, Kepulauan Bangka Belitung menjadi wilayah paling merata dengan angka terendah di Indonesia, yakni 0,214. Selain Papua Selatan, terdapat 8 provinsi lain yang angka ketimpangannya berada di atas rata-rata nasional (0,363), di antaranya DKI Jakarta (0,423), DI Yogyakarta (0,414), Papua (0,397), Jawa Barat (0,397), Kepulauan Riau (0,385), Papua Barat (0,383), Gorontalo (0,383), serta Nusa Tenggara Barat (0,364).

10 Provinsi dengan Gini Ratio Terendah 2025 - (BPS/Ajeng Wirachmi)
10 Provinsi dengan Gini Ratio Terendah 2025 - (BPS/Ajeng Wirachmi)

Data Terkait

sektor-pertanian-melaju-533-di-2025-ditopang-perkebunan-dan-perikanan
Ekonomi

Sektor Pertanian Melaju 5,33% di 2025 Ditopang Perkebunan dan Perikanan

Sektor pertanian tumbuh 5,33% pada 2025, didorong lonjakan sub sektor perkebunan, perikanan, tanaman pangan, hingga peternakan.

3 hari yang lalu

ekonomi-ri-tumbuh-angka-kemiskinan-nasional-menurun
Sosial Budaya

Ekonomi RI Tumbuh, Angka Kemiskinan Nasional Menurun

Secara umum (September 2014–September 2025), tingkat kemiskinan di Indonesia menunjukkan tren penurunan.

6 Feb 2026

ekonomi-ri-2025-melaju-511
Ekonomi

Ekonomi RI 2025 Melaju 5,11%

Ketangguhan ekonomi Indonesia kembali teruji di sepanjang tahun 2025

6 Feb 2026

angkatan-kerja-ri-155-juta-orang-dominasi-lulusan-sd-membayangi
Sosial Budaya

Angkatan Kerja RI 155 Juta Orang, Dominasi Lulusan SD Membayangi

Pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif secara kuantitas, namun masih menghadapi tantangan besar pada aspek kualitas dan kesejahteraan.

6 Feb 2026

china-dan-as-jadi-pasar-utama-ekspor-nonmigas-indonesia
Ekonomi

China dan AS Jadi Pasar Utama Ekspor Nonmigas Indonesia

China menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia pada 2025, ditopang besi baja dan nikel, sementara AS menempati posisi kedua.

5 Feb 2026

lima-agenda-utama-prabowonomics-yang-dibawa-presiden-ri-ke-davos
Ekonomi

Lima Agenda Utama Prabowonomics yang Dibawa Presiden RI ke Davos

Presiden Prabowo membawa Prabowonomics ke WEF Davos 2026 sebagai kerangka ekonomi operasional, menekankan swasembada, hilirisasi, dan pertumbuhan inklusif.

28 Jan 2026