Ketangguhan ekonomi Indonesia kembali teruji di sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekonomi nasional tumbuh meyakinkan sebesar 5,11% secara kumulatif (c-to-c). Angka ini menunjukkan akselerasi yang positif dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 5,03%. Secara nominal, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Indonesia kini telah menyentuh angka fantastis Rp23.821,1 triliun. Tak kalah mengesankan, kemakmuran rata-rata penduduk pun ikut terdongkrak, di mana PDB per kapita tercatat naik menjadi Rp83,7 juta atau setara dengan USD5.083,4.
Sektor Jasa Meluncur Pesat, Ekspor Jadi Motor Penggerak
Melihat dari sisi lapangan usaha, geliat ekonomi didorong kuat oleh sektor Jasa Lainnya yang tumbuh melesat sebesar 9,93% (c-to-c), diikuti oleh Jasa Perusahaan dan Transportasi. Meski hampir seluruh lapangan usaha menunjukkan rapor hijau, sektor Pertambangan dan Penggalian harus mengalami kontraksi tipis sebesar 0,66%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa menjadi primadona pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 7,03% sepanjang 2025. Hal ini menandakan daya saing komoditas dan produk Indonesia di pasar global masih terjaga di tengah dinamika ekonomi dunia.
Performa Kuartal IV dan Efek Belanja Pemerintah
Menutup tahun 2025, performa ekonomi pada Triwulan IV tercatat tumbuh 5,39% secara tahunan (y-on-y). Namun, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), pertumbuhan berada di angka 0,86%. Lonjakan signifikan terlihat pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh masif sebesar 37,68% secara q-to-q. Hal ini sejalan dengan akselerasi realisasi belanja negara di penghujung tahun, terutama pada sektor Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan yang tumbuh hingga 13,59%.
Dominasi Jawa dan Pertumbuhan Agresif di Sulawesi
Secara spasial, struktur ekonomi Indonesia masih belum banyak bergeser. Pulau Jawa tetap menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi sebesar 56,93% terhadap ekonomi nasional, disusul oleh Sumatera dengan 22,22%. Namun, jika melirik dari kecepatan pertumbuhan, Pulau Sulawesi sukses mencuri perhatian sebagai wilayah dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 6,23%. Berikut ringkasan pertumbuhan wilayah lainnya:
Jawa: 5,30%
Bali & Nusa Tenggara: 4,87%
Sumatera: 4,81%
Kalimantan: 4,79%
Maluku & Papua: 1,44%