Aliran dana investor asing di pasar saham Indonesia cenderung fluktuatif dalam 10 tahun terakhir. Catatan terburuk terjadi pada 2018, ketika investor asing membukukan penjualan bersih paling besar dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun tersebut, nilai jual bersih atau net sell mencapai sekitar Rp 50,75 triliun, mencerminkan tekanan kuat terhadap pasar saham domestik.
Situasi berbalik setelah pandemi mulai mereda. Tahun 2022 menjadi titik balik dengan masuknya dana asing secara signifikan, di mana investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy tertinggi sepanjang periode pengamatan, yakni sekitar Rp 75,13 triliun.
Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Sejak 2023, arus dana asing kembali bergerak keluar, meski sempat terjadi inflow pada 2024 sebesar Rp 16,53 triliun. Pada 2025, tekanan jual kembali menguat dengan net sell Rp 17,34 triliun, dan berlanjut hingga 2026 dengan akumulasi penjualan bersih mencapai Rp 9,2 triliun.