Kinerja fiskal daerah sepanjang 2025 mengalami tekanan signifikan. Pendapatan daerah tercatat turun 5,7% menjadi Rp1.288,3 triliun.
Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, komponen pendapatan lain-lain menjadi penyumbang koreksi terdalam. Pada 2025, pos ini merosot tajam hingga 69,9% menjadi Rp13,5 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan Rp44,9 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, transfer antar daerah juga menyusut 30,1% menjadi Rp50,3 triliun.
Sejalan dengan melemahnya pendapatan, belanja daerah turut mengalami kontraksi. Total belanja daerah pada 2025 tercatat turun 8,6% menjadi Rp1.246,6 triliun. Lebih rinci, belanja barang dan jasa tercatat turun 6,7% menjadi Rp369,9 triliun. Sementara itu, belanja lainnya mengalami penurunan lebih dalam sebesar 20,9% menjadi Rp241,7 triliun.