Sektor industri logam dasar serta barang logam bukan mesin dan peralatannya menjadi penyerap investasi terbesar di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2025. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi sektor ini mencapai Rp 196,4 triliun atau setara 13,7% dari total investasi nasional pada periode tersebut.
Posisi berikutnya ditempati sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai investasi sebesar Rp 163,3 triliun. Kontribusi sektor ini mencapai 11,4% terhadap total investasi. Sektor pertambangan menyusul di peringkat ketiga dengan realisasi investasi sebesar Rp 158,1 triliun atau sekitar 11,0% dari total.
Selain tiga sektor utama tersebut, investasi juga mengalir ke sektor jasa lainnya sebesar Rp 130 triliun dengan porsi 9,1%. Sementara itu, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatatkan investasi Rp 105,2 triliun atau setara 7,3% dari total investasi sepanjang Januari hingga September 2025.