Sebanyak 119,5 juta penduduk atau 42,01 persen dari total populasi Indonesia diproyeksikan melakukan perjalanan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada momen libur akhir tahun, seiring dengan meningkatnya aktivitas mudik, wisata, serta kunjungan keluarga. Proyeksi tersebut disampaikan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari pemetaan arus pergerakan nasional selama Nataru.
Tingginya mobilitas tersebut turut mendorong perputaran ekonomi nasional. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan, perputaran uang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat mencapai Rp 107,56 triliun. Nilai ini berasal dari belanja masyarakat yang digunakan untuk kebutuhan transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga kebutuhan perayaan akhir tahun.
Angka tersebut muncul berdasarkan perhitungan, bahwa jumlah pemudik Nataru yang mencapai 119,5 juta orang setara dengan sekitar 29.875.000 keluarga ()asumsi rata-rata satu keluarga terdiri dari empat orang). Disimulasikan, tiap keluarga membawa bekal uang rata-rata Rp 3,6 juta, maka total potensi perputaran uang selama periode Nataru menembus angka Rp 107,56 triliun. Angka ini mencerminkan besarnya kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pergerakan ekonomi nasional di momen libur panjang.
Perputaran uang tersebut diperkirakan akan tersebar ke berbagai sektor. Daerah-daerah dengan destinasi wisata unggulan dan kampung halaman pemudik berpotensi merasakan dampak ekonomi yang signifikan, Dengan besarnya potensi pergerakan penduduk dan perputaran uang selama libur Natal dan Tahun Baru, momentum Nataru 2025–2026 dinilai tidak hanya sebagai periode liburan, tetapi juga sebagai penggerak penting roda perekonomian nasional.