Realisasi penerimaan perpajakan dalam 5 tahun terakhir berada di atas 100% dari target APBN, kendati sempat berada di bawah 90% pada 2019 lalu. Hingga Agustus 2025, penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.442,74 triliun atau mencapai 66,1 dari target 2025 sebesar Rp 2.183,30 triliun.
Kementerian Keuangan mencatat, realisasi penerimaan pajak bruto hingga Agustus 2025 tumbuh 2,1 persen (yoy) menunjukkan kondisi ekonomi berjalan. Sementara realisasi penerimaan pajak neto dengan pengurangan restitusi sebesar Rp1.135,44 triliun.
Pertumbuhan penerimaan tersebut ditopang oleh kinerja sektor utama antara lain ketenagalistrikan, pertambangan bijih logam, perdagangan online, perdagangan besar, pertanian tanaman, industri minyak kelapa sawit, dan perbankan. Selain itu penerimaan pajak per jenis pajak juga meningkat ditunjukkan dengan penerimaan PPh 21, PPN DN, PPh Badan, dan PPN impor yang seluruhnya menunjukkan tren pertumbuhan.