Pemerintah menetapkan sejumlah target pembangunan desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan agar dapat tercapai pada 2029. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas akses terhadap air minum aman. Menurut data Bappenas, pemerintah menargetkan 30% rumah tangga pedesaan telah menikmati air minum yang memenuhi standar kesehatan. Pencapaian ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit terkait air serta mendukung aktivitas ekonomi dan domestik masyarakat.
Selain air minum, akses terhadap sanitasi aman juga menjadi prioritas. Bappenas mencatat, target yang ditetapkan adalah 12% rumah tangga pedesaan memiliki fasilitas sanitasi yang sehat, layak, dan minim risiko pencemaran lingkungan. Penguatan infrastruktur sanitasi ini penting untuk menekan angka penyakit berbasis lingkungan serta menciptakan pola hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga.
Di bidang kesehatan, pemerintah menargetkan 26,65% desa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih memadai. Cakupan ini meliputi keberadaan fasilitas kesehatan dasar, tenaga medis, serta program layanan yang mendukung pencegahan dan penanganan penyakit. Dengan meningkatnya akses layanan kesehatan, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan dalam mendapatkan perawatan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh.
Sementara itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas hunian melalui target 25,61% desa yang memiliki 100% rumah layak huni. Target ini mencakup ketersediaan bangunan yang aman, sehat, dan memenuhi standar kelayakan untuk ditinggali. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti air minum, sanitasi, layanan kesehatan, dan hunian layak, pembangunan desa diharapkan dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.