Jumlah Tentara Negara Indonesia (TNI) mencapai 404,5 ribu orang pada 2024. Berdasarkan matranya, komposisi TNI didominasi oleh angkatan darat yang mencapai 300,4 ribu anggota atau 74,3% dari populasi. Sedangkan, jumlah TNI angkatan laut dan angkatan udara masing-masing sebesar 74 ribu dan 30,1 ribu anggota.
Selain itu, jumlah cadangan militer pada periode tersebut mencapai 400 ribu anggota dengan paramiliter sebesar 290,25 ribu anggota. TNI berperan penting dalam memperkuat pertahanan nasional, terutama menjaga kedaulatan negara. Guna memperkuat TNI, Presiden Prabowo melakukan berbagai pengembangan seperti pembentukan Batalyon Teritorial, peningkatan jumlah Batalyon, serta modernisasi alutsista.
Di samping itu, TNI juga meningkatkan operasi pengamanan perbatasan yang berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan narkoba dan perdagangan manusia hingga meningkatkan peran diplomasi militer melalui kerjasama regional serta operasi bantuan kemanusiaan.
Hal ini selaras dengan komitmen TNI dalam melaksanakan program prioritas nasional sebagai penjabaran dari Asta Cita kedua.