Jumlah produksi jagung dalam negeri melesat hingga 20% dalam 5 tahun terakhir sepanjang pemerintahan Jokowi pada 2019 hingga 2024. Melansir data dari BPS, jumlah produksi jagung naik dari 12,63 juta ton pada 2019 menjadi 15,14 juta ton.
Meski demikian, produksi komoditas pangan lainnya justru mengalami penurunan selama pemerintahan Jokowi. Adapun produksi ubi kayu turun hingga 7,6% dalam 5 tahun terakhir. Pada 2020, jumlah produksi ubi kayu nasional mencapai 16,35 juta pada 2019. Angka tersebut sempat naik menjadi 16,76 juta ton pada 2023, namun turun 10% pada 2024 menjadi 15,10 juta ton. Di sisi lain, produksi beras juga turun tipis pada 2024 menjadi 30,62 juta ton dari sebelumnya mencapai 31,31 juta ton pada 2019.
Pada kepemimpinan Prabowo, produktivitas sektor pertanian kembali digalakkan guna mewujudkan kedaulatan pangan. Adapun Presiden Prabowo Subianto memiliki kebijakan trategis di sektor pertanian melalui program swasembada pangan yang ditargetkan akan dicapai pada 2027 mendatang. Guna mendukug program tersebut, pemerintahan merencanakan pencetakan sawah baru hingga peningkatan produktivitas melalui teknologi pertanian modern.