Peringkat World Digital Competitiveness Ranking 2025 Indonesia merosot tajam. Berdasarkan data Institute for Management Development (IMD) per November 2025, posisi Indonesia turun ke peringkat 51, dari sebelumnya 43 pada 2024. Sejumlah indikator kesiapan digital juga melemah, termasuk indikator pengetahuan (knowledge) yang merosot dari posisi 53 menjadi 62. Indikator talenta juga turun signifikan, anjlok 23 peringkat ke posisi 50, meski ada sedikit perbaikan pada indikator evaluasi pendidikan PISA-matematika.
Penurunan juga terlihat pada indikator pengalaman internasional, pengelolaan perkotaan, keahlian digital, personel asing berkeahlian tinggi, periset wanita, serta penyerapan tenaga kerja teknikal dan ilmiah. Namun, ada sedikit kabar baik dari indikator konsentrasi ilmiah, yang naik ke posisi 53 berkat peningkatan produktivitas publikasi riset dan pengembangan serta penggunaan robot di bidang pendidikan dan R&D.
Selain itu, indikator teknologi Indonesia juga melemah, dari posisi 40 pada 2024 menjadi 48 di 2025. Penurunan terjadi pada aspek kerangka kerja peraturan, teknologi, dan permodalan, sementara kemudahan memulai bisnis digital serta perlindungan hak kekayaan intelektual juga masih dinilai rendah. Meski begitu, Indonesia mendapat nilai positif pada hukum imigrasi. IMD menilai, untuk memperbaiki posisi, Indonesia perlu mengintegrasikan peta strategi digital nasional, mengembangkan tenaga kerja produktif, memperkuat kontribusi sektor keuangan riil dan lembaga nonbank, serta memaksimalkan jejaring diaspora dan riset guna meningkatkan daya saing global.