Sepanjang 2025, KPAI Temukan Kasus Perdagangan Anak Berkedok Adopsi

Minggu, 1 Maret 2026 | 13:00 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Sepanjang 2025, KPAI Temukan Kasus Perdagangan Anak Berkedok Adopsi
Kasus perdagangan anak kian marak, KPAI temukan 50 ribu anak PMI di Sabah-Sarawak dan maraknya TPPO bayi berkedok adopsi sepanjang 2025.

Sepanjang 2025, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan langsung terhadap sejumlah kasus perdagangan dan eksploitasi anak yang terungkap melalui pengaduan masyarakat maupun temuan lapangan. Salah satu sorotan berada di Kalimantan Utara sebagai provinsi dengan tingkat TPPO anak tertinggi. KPAI menemukan sedikitnya 50 ribu anak pekerja migran Indonesia berada di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia, baik dengan dokumen resmi maupun tanpa kelengkapan administrasi.

Kasus perdagangan anak kian marak, KPAI temukan 50 ribu anak PMI di Sabah-Sarawak dan maraknya TPPO bayi berkedok adopsi sepanjang 2025. - (KPAI/Karen Agatha)
Kasus perdagangan anak kian marak, KPAI temukan 50 ribu anak PMI di Sabah-Sarawak dan maraknya TPPO bayi berkedok adopsi sepanjang 2025. - (KPAI/Karen Agatha)

Temuan di lapangan menunjukkan banyak jalur perkebunan sawit dan dermaga lokal yang dapat dilalui tanpa pemeriksaan ketat. Korban mayoritas bukan berasal dari Nunukan, melainkan dari Nusa Tenggara dan Sulawesi. Selain itu, pada 18 Juli 2025 KPAI menerima laporan penjualan bayi dari Jawa Barat ke Singapura, yang mengindikasikan maraknya perdagangan anak dengan kedok adopsi serta kemudahan manipulasi akta lahir, dokumen kependudukan, dan persyaratan paspor anak.

Merespons kondisi tersebut, KPAI merekomendasikan evaluasi sistem penerbitan paspor dan izin keluar masuk anak kepada Kemenimipas agar pengawasan lebih ketat. Kepolisian RI bersama PPATK didorong menindak tegas seluruh jaringan TPPO, termasuk agen di luar negeri, serta berkoordinasi dengan otoritas Singapura untuk menemukan dan memulangkan sedikitnya 18 anak yang diduga berada di sana.

KPAI juga meminta Kementerian Luar Negeri memperkuat kolaborasi dengan perwakilan pemerintah RI dan negara mitra. Sementara itu, Divhubinter Polri, Siber Polri, dan Direktorat PPA-PPO diharapkan memperluas kerja sama dengan lembaga internasional seperti NCMEC dan ICMEC guna memastikan perlindungan maksimal bagi anak korban perdagangan dan eksploitasi.

Data Terkait

marak-perdagangan-anak-ini-rekomendasi-kpai-ke-pemangku-kebijakan
Hukum & Keamanan

Marak Perdagangan Anak, Ini Rekomendasi KPAI ke Pemangku Kebijakan

KPAI keluarkan rekomendasi ke kementerian dan aparat karena maraknya kasus perdagangan anak di Indonesia. Penguatan sistem adopsi hingga pengawasan jadi sorotan.

1 hari yang lalu

bareskrim-bongkar-sindikat-perdagangan-bayi-simak-fakta-jaringannya
Hukum & Keamanan

Bareskrim Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Simak Fakta Jaringannya

Bareskrim bongkar sindikat jual beli bayi bermodus adopsi ilegal sejak 2024. Sebanyak 12 tersangka ditetapkan dan tujuh bayi berhasil diselamatkan.

2 hari yang lalu

tekanan-ekonomi-dan-keluarga-jadi-pemicu-bunuh-diri-anak-di-ntt
Hukum & Keamanan

Tekanan Ekonomi dan Keluarga Jadi Pemicu Bunuh Diri Anak di NTT

Kasus bunuh diri anak di NTT dipicu berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi hingga beban psikologis anak.

5 Feb 2026