Marak Perdagangan Anak, Ini Rekomendasi KPAI ke Pemangku Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:00 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Marak Perdagangan Anak, Ini Rekomendasi KPAI ke Pemangku Kebijakan
KPAI keluarkan rekomendasi ke kementerian dan aparat karena maraknya kasus perdagangan anak di Indonesia. Penguatan sistem adopsi hingga pengawasan jadi sorotan.

Terbongkarnya sindikat perdagangan bayi lintas provinsi oleh Bareskrim Polri yang menyeret 12 tersangka dan menyelamatkan tujuh bayi memicu perhatian luas. Kasus ini merupakan pengembangan dari penculikan balita di Makassar. Menyikapi situasi tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada kementerian dan lembaga guna memperkuat pencegahan perdagangan anak.

Sebelumnya, pada 18 Juli 2025 KPAI menerima laporan dugaan penjualan bayi dari Jawa Barat ke Singapura. Hasil pengawasan menunjukkan praktik adopsi ilegal kerap disertai manipulasi akta kelahiran, dokumen administrasi, hingga penyalahgunaan persyaratan paspor anak dan dokumen perjalanan luar negeri. Dalam periode 2021-2024, tercatat 452 kasus eksploitasi dan perdagangan anak, sementara data PPATK tahun 2024 menemukan lebih dari 24 ribu anak usia 10-18 tahun menjadi korban prostitusi anak dengan indikasi penyalahgunaan layanan keuangan.

Untuk itu, KPAI meminta Kemensos, Kemenkes, KemenPPPA, Kemendikbudristek, Kemenag, dan Komdigi memperkuat edukasi adopsi legal, pendidikan kesehatan reproduksi remaja, pusat konseling keluarga, serta literasi digital. Kemendagri melalui Dukcapil didorong menertibkan sistem pencatatan akta kelahiran, sedangkan Kemenimipas diminta mengevaluasi penerbitan paspor dan izin keluar masuk anak agar lebih ketat.

KPAI keluarkan rekomendasi ke kementerian dan aparat karena maraknya kasus perdagangan anak di Indonesia. Penguatan sistem adopsi hingga pengawasan jadi sorotan. - (KPAI/Karen Agatha)
KPAI keluarkan rekomendasi ke kementerian dan aparat karena maraknya kasus perdagangan anak di Indonesia. Penguatan sistem adopsi hingga pengawasan jadi sorotan. - (KPAI/Karen Agatha)

Kepolisian RI dan PPATK didesak menindak tegas seluruh jaringan TPPO, menelusuri aliran dana lintas wilayah dan negara, serta berkoordinasi dengan otoritas Singapura untuk menemukan dan memulangkan sedikitnya 18 anak yang diduga berada di sana. Kemenlu juga diminta memperkuat kerja sama internasional, sementara Divhubinter, Siber Polri, dan Direktorat PPA-PPO Polri diharapkan menjalin kolaborasi dengan lembaga global seperti NCMEC dan ICMEC guna memastikan perlindungan maksimal bagi korban.

Data Terkait

sepanjang-2025-kpai-temukan-kasus-perdagangan-anak-berkedok-adopsi
Hukum & Keamanan

Sepanjang 2025, KPAI Temukan Kasus Perdagangan Anak Berkedok Adopsi

Kasus perdagangan anak kian marak, KPAI temukan 50 ribu anak PMI di Sabah-Sarawak dan maraknya TPPO bayi berkedok adopsi sepanjang 2025.

6 jam yang lalu

bareskrim-bongkar-sindikat-perdagangan-bayi-simak-fakta-jaringannya
Hukum & Keamanan

Bareskrim Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Simak Fakta Jaringannya

Bareskrim bongkar sindikat jual beli bayi bermodus adopsi ilegal sejak 2024. Sebanyak 12 tersangka ditetapkan dan tujuh bayi berhasil diselamatkan.

2 hari yang lalu

tekanan-ekonomi-dan-keluarga-jadi-pemicu-bunuh-diri-anak-di-ntt
Hukum & Keamanan

Tekanan Ekonomi dan Keluarga Jadi Pemicu Bunuh Diri Anak di NTT

Kasus bunuh diri anak di NTT dipicu berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi hingga beban psikologis anak.

5 Feb 2026