Rangkaian insiden kecelakaan laut mewarnai wilayah perairan Indonesia sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data monitoring media, tercatat sedikitnya tujuh kejadian penting yang melibatkan kapal penumpang, kapal penangkap ikan, hingga kapal wisata di berbagai wilayah nusantara.
Awal tahun dibuka dengan insiden miringnya KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang, Balikpapan pada 27 Januari. Kejadian yang dipicu robohnya muatan truk saat pembukaan pintu ramp kapal ini merenggut tiga korban jiwa dan menyebabkan tiga orang luka-luka. Tak berselang lama, pada 14 Februari, KM Cahaya Intan Celebes tenggelam di Teluk Bone akibat kebocoran lambung saat cuaca ekstrem. Beruntung, seluruh penumpang sebanyak 13 orang berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas.
Kasus kecelakaan juga melanda kapal motor di wilayah timur. Pada 26 Maret, KM Anaya terbakar di Perairan Maluku yang diduga akibat puntung rokok menyambar jeriken bahan bakar, mengakibatkan lima anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar. Kemudian pada 28 April, KM Sabuk Nusantara 106 menabrak bangunan pesisir di Banda Neira akibat keluar dari jalur sandar, merusak satu penginapan dengan dua lantai, tanpa memakan korban jiwa.
Tragedi tabrakan dan kecelakaan akibat cuaca buruk berlanjut pada pertengahan tahun. KM Mega Harapan tenggelam di Perairan Labuan Mas, Kotabaru pada 16 Juni setelah dihantam kapal besar berbadan besi. Akibat kejadian ini, seorang nakhoda tewas dan satu ABK hilang. Sementara itu pada 1 Agustus, kapal wisata KLM Eternity kehilangan kendali di perairan Pulau Satonda karena mesin mati setelah dihantam gelombang tinggi, seluruh penumpangnya (berjumlah 30 orang) berhasil dievakuasi selamat.
Insiden terbaru terjadi pada 2 Agustus ketika KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Madura. Kebakaran di tengah pelayaran rute Surabaya–Makassar ini memicu kepanikan hingga banyak penumpang nekat melompat ke laut.
Proses evakuasi besar-besaran pun dikerahkan oleh tim gabungan dan kapal-kapal sekitar. Melansir Beritasatu (3/8), KM Meratus Pematang Siantar berhasil menyelamatkan 109 korban dan mengevakuasi dua korban meninggal dunia, sementara TB Hasnur 26 mengevakuasi 65 korban selamat serta satu korban meninggal dunia. Bantuan dari kapal penolong lainnya menambah jumlah korban selamat yang terevakuasi menjadi 225 orang dan lima korban meninggal dunia.
Seluruh korban selamat dibawa ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep, untuk mendapatkan penanganan medis dan pendataan. Hingga kini, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian karena diduga masih ada korban yang mengapung di laut. Pantauan udara menunjukkan sekitar 90% badan KMP Mutiara Sentosa 2 telah hangus terbakar, sementara keberadaan nakhoda kapal masih belum ditemukan sejak komunikasi terputus usai laporan awal kebakaran.