Insiden kebakaran melanda KMP Mutiara Sentosa II milik PT Atosim Lampung Pelayaran saat berlayar dari Surabaya (Tanjung Perak) menuju Makassar. Peristiwa tersebut terjadi di perairan utara Pulau Burung, Sapudi, Sumenep, sekitar 19 mil laut dari daratan. Laporan kebakaran pertama kali diterima Kantor SAR Surabaya pada Senin (3/8) pukul 08.24 WIB. Meski sempat dilalap si jago merah hingga mengeluarkan kepulan asap tebal dari dalam badan kapal, KMP Mutiara Sentosa II dipastikan tidak tenggelam dan api berhasil dipadamkan.
Berdasarkan data manifes resmi, kapal ini mengangkut total 271 orang, yang terdiri dari 232 penumpang dan 39 anak buah kapal (ABK). Hingga laporan SAR dirilis, tercatat 229 orang berhasil diselamatkan, sementara 5 orang dilaporkan meninggal dunia. Saat ini, Kementerian Perhubungan masih terus memvalidasi serta mencocokkan data manifes dengan jumlah korban yang dievakuasi di lapangan.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur telah mengidentifikasi seluruh korban meninggal dunia. Kelima korban tersebut adalah Sri Indratmo Wijaya (47), Siti Fatimah (57), Sari Sukoco (39), Rino Eka Putra (48), dan Yedi Hendrawan (63).
Suasana mencekam sempat terjadi di tengah laut saat api membesar. Para penumpang memilih bertahan di area anjungan dan haluan kapal. Bahkan, sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sebelum akhirnya ditolong oleh kapal TB Hasnur 26 dan British Mentor. Kapal penolong lainnya, KM Meratus Project 3, tidak bisa langsung merapat ke lokasi karena mengangkut muatan yang mudah terbakar.
Proses penyelamatan melibatkan lebih dari sembilan armada penolong, termasuk KN SAR 249 Permadi, RIB 01 Sumenep, VTS, dan kapal-kapal niaga yang melintas. KM Meratus Pematang Siantar menjadi kapal yang mengevakuasi korban terbanyak menuju Surabaya, yakni 111 orang (109 selamat dan 2 meninggal). Selain itu, TB Hasnur 26 membawa 66 orang (65 selamat, 1 meninggal), Transco Arafura mengevakuasi 17 orang selamat, KM Meratus Project 3 membawa 14 orang (13 selamat, 1 meninggal), serta kapal Prakarsa Mas, SC Aila XVII, dan Selaras Mas masing-masing menyelamatkan 7 orang. Adapun kapal Alcon Daniel membantu mengevakuasi 1 korban meninggal dunia.
Pemerintah bergerak cepat menangani dampak kejadian ini. Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiagakan 20 unit ambulans di Pelabuhan Kalianget untuk mengantisipasi penanganan medis korban. Sementara itu, Kementerian Perhubungan menunda pemberian sanksi kepada operator kapal hingga hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) keluar. “Pemerintah belum akan mengambil keputusan terkait sanksi terhadap operator KMP Mutiara Sentosa II. Pemerintah akan menunggu hasil penyelidikan KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan pelayaran," ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dilansir dari Beritasatu (4/8). Sementara itu, evaluasi menyeluruh terhadap operasional, prosedur, dan standar keselamatan perusahaan pelayaran tersebut akan dilakukan secara total, terlebih operator yang sama diketahui pernah mengalami insiden kebakaran kapal pada tahun 2017.