Upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak terus menjadi perhatian global. Melalui KidsRights Index (KRI), pemeringkatan tahunan mengukur komitmen negara-negara di dunia dalam menjamin kesejahteraan anak. Laporan KidsRights Index 2025 menyatakan bahwa selama 13 tahun terakhir, indeks ini menjadi alat penting untuk mendorong pembuatan kebijakan yang berpihak pada hak-hak anak secara global, sekaligus mengajak pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memprioritaskan hak anak.
Berdasarkan data KidsRights Index 2025, Yunani menempati posisi teratas dengan skor KRI sebesar 0,879. Negara ini mewajibkan pendidikan prasekolah dua tahun bagi anak mulai usia 4 tahun sejak 2018. Sekolah dasar di Yunani juga menyediakan program penuh hari (opsional) untuk mendukung orang tua yang bekerja, serta fokus mengembangkan keterampilan abad ke-21 dan bahasa asing sejak dini.
Di posisi berikutnya, Islandia meraih skor KRI 0,878. Sejak 2018, Islandia terus meningkatkan kesejahteraan anak hingga mengimplementasikan Undang-Undang Kemakmuran (Prosperity Act, No 86/2021) pada 2022. Aturan ini memberikan akses layanan menyeluruh bagi anak dan orang tua sejak masa kehamilan, menyediakan koordinator pendamping, serta membagi layanan menjadi tiga tingkatan dengan prasekolah di tingkat utama.
Luksemburg menyamai skor Islandia dengan angka 0,878. Negara ini menyediakan jam pengasuhan gratis bagi anak usia 1–4 tahun di fasilitas pengasuhan atau mini-crèche. Bagi anak usia 4 tahun ke atas, pengasuhan gratis diberikan selama jam sekolah pukul 07.00 hingga 19.00. Pilihan pengasuhan bervariasi dari penitipan anak, pengasuhan di pedesaan, hingga pengasuh mandiri di rumah dengan standar kualitas yang dipantau ketat oleh pemerintah.
Norwegia mencatatkan skor KRI 0,857 melalui sistem Barnehage untuk anak usia 1–6 tahun yang menjadi hak hukum setiap anak. Pilihan layanannya fleksibel dan dapat dikelola pemerintah maupun swasta. Lokasi belajarnya juga beragam, mulai dari di gedung, rumah, hingga alam terbuka. Biayanya pun terjangkau, karena dibatasi maksimal 6% dari penghasilan keluarga, serta terdapat gratis 20 jam per minggu untuk keluarga kurang mampu.
Sementara itu, Swedia meraih skor KRI 0,717. Pemerintah daerah Swedia mengelola layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia 1–5 tahun melalui Prasekolah (Förskola) dan Pengasuhan Edukatif berbasis rumah. Anak tetap berhak masuk prasekolah minimal 15 jam per minggu meskipun orang tuanya sedang menganggur atau mengambil cuti melahirkan, dengan biaya yang dibatasi tarif maksimal (maxtaxa) agar tetap terjangkau.