Selama periode 11–23 Maret 2026, tercatat sebanyak 618.508 pelanggan telah menggunakan layanan kereta menuju bandara di berbagai wilayah Indonesia. Integrasi moda transportasi menjadi kunci utama peningkatan minat masyarakat, di mana perjalanan kini semakin praktis dan bebas macet berkat konektivitas dengan KRL Commuter Line, KA Jarak Jauh, hingga LRT. Kemudahan akses ini menjadikan kereta bandara sebagai pilihan utama bagi penumpang yang mengejar ketepatan waktu di tengah kepadatan arus perjalanan.
Data dari PT KAI menunjukkan bahwa Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta memimpin volume penumpang tertinggi dengan total 162.260 orang, disusul ketat oleh LRT Sumatera Selatan di Palembang yang melayani 161.335 penumpang. Sementara itu, KA Bandara Srilelawangsa di Medan mencatat 155.212 pengguna dan KA Bandara YIA di Yogyakarta melayani 112.624 penumpang. Keempat wilayah ini mendominasi arus pergerakan penumpang bandara karena didukung oleh sistem transportasi pengumpan yang sangat solid.
Di wilayah lain, KA Bandara Adi Soemarmo di Solo telah melayani 17.760 penumpang sekaligus memperkuat konektivitas antara Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui rute Madiun hingga Caruban. Selain itu, KA Minangkabau Ekspres di Padang mencatat 9.317 pengguna yang terbantu oleh integrasi KA Lembah Anai. Secara keseluruhan, layanan kereta bandara ini terbukti mampu memberikan rasa aman dan tenang bagi para penumpang dalam menghadapi momen arus balik maupun perjalanan rutin lainnya.