Momentum Lebaran 2026 diperkirakan menjadi pendorong kuat bagi pertumbuhan UMKM. Kementerian UMKM menilai omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berpotensi meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan hari normal, seiring tingginya mobilitas pemudik di berbagai wilayah Indonesia.
Adapun pendapatan harian pelaku usaha yang biasanya sekitar Rp 1 juta diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 4 juta per hari pada periode puncak Lebaran 2026. Lonjakan ini terutama ditopang oleh meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama musim mudik dan libur Lebaran tahun ini.
Lebih lanjut, perputaran uang selama periode ini juga jadi pendorong. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) memperkirakan, perputaran uang selama Lebaran 2026 dapat mencapai Rp 148-160 triliun. Untuk mendukung kebutuhan transaksi, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185 triliun guna memenuhi permintaan penukaran uang di masyarakat.
Tingginya penggunaan kendaraan pribadi, yang diperkirakan mencapai 76,2 juta orang, juga menjadikan rest area sebagai lokasi strategis bagi pemasaran produk UMKM. Pemerintah turut memperkuat akses pasar melalui kebijakan yang mewajibkan alokasi minimal 30% ruang komersial di fasilitas publik bagi UMKM.
Peningkatan konsumsi ini sebenarnya telah mulai terlihat sejak Ramadan. Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil pada Februari 2026 diperkirakan tumbuh 6,9% yoy, lebih tinggi dibandingkan Januari sebesar 5,7% yoy, mencerminkan penguatan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.