Kementerian Perhubungan memperkirakan total mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 50,60% dari total penduduk atau sekitar 143,91 juta orang. Jumlah tersebut diproyeksi turun 1,75% dibandingkan dengan periode mudik tahun sebelumnya. Meski diproyeksikan turun 1,75% dibanding periode mudik tahun lalu, pergerakan masyarakat tetap diperkirakan sangat tinggi sehingga pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran atau Rabu, 18 Maret 2026. Sementara itu, lonjakan arus balik diperkirakan berlangsung pada H+6 atau Jumat, 27 Maret 2026. Pemerintah mengimbau masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman untuk menghindari tanggal tersebut agar tidak terjebak kemacetan di jalur utama.
Moda transportasi yang paling banyak digunakan pemudik diperkirakan masih didominasi kendaraan pribadi. Sebanyak 76,24 juta orang atau sekitar 52,98% pemudik diprediksi memilih menggunakan mobil untuk melakukan perjalanan. Sebagian besar pemudik berasal dari Pulau Jawa dan menuju berbagai daerah tujuan di dalam maupun luar pulau.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, pemerintah juga akan membuka 10 ruas tol fungsional di berbagai wilayah selama periode mudik Lebaran 2026. Jalan tol tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan, termasuk ruas Sigli-Banda Aceh, Palembang-Betung, Serang-Panimbang, Solo-Yogyakarta-NYIA, hingga tol Balikpapan-IKN. Pembukaan tol fungsional ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama musim mudik.