Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60% dari total penduduk Indonesia. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya dengan penurunan sekitar 1,75%.
Perkiraan tersebut didasarkan pada hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan. Survei ini digunakan untuk memetakan potensi mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran serta menjadi dasar perencanaan layanan transportasi nasional.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, pemerintah menyiapkan program mudik gratis melalui sejumlah moda transportasi. Program ini juga ditujukan untuk menekan potensi kemacetan di jalur-jalur utama selama arus mudik dan arus balik.
Pada moda darat, pemerintah menyiapkan 401 unit bus dengan kapasitas 15.834 penumpang dan 8 unit truk untuk mengangkut 240 sepeda motor dengan 34 kota tujuan di 9 provinsi pada periode arus mudik 16-18 Maret 2026 dan arus balik 24-25 Maret 2026.
Untuk moda kereta api di Pulau Jawa disiapkan kapasitas 28.182 penumpang serta 11.900 sepeda motor pada periode 13-19 Maret 2026 untuk arus mudik dan 24-30 Maret 2026 untuk arus balik. Sementara, transportasi laut menyediakan kuota 50.000 penumpang ekonomi pada periode 11 Maret-5 April 2026.