Pemerintah terus mematangkan persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026 agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman. Sejumlah kebijakan strategis telah disiapkan, mulai dari penyesuaian jadwal libur sekolah, fleksibilitas kerja bagi aparatur sipil negara, hingga langkah pengaturan arus mudik dan arus balik guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan bersama ITB, BPS, dan Komdigi, jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit menurun sekitar 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah memastikan kesiapan jaringan jalan nasional untuk menunjang mobilitas masyarakat. Jalan nasional non-tol sepanjang sekitar 47,60 ribu kilometer berada dalam kondisi mantap dengan tingkat kemantapan mencapai 93,5%. Selain itu, jaringan jalan tol sepanjang 3,12 ribu kilometer juga disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik di berbagai wilayah Indonesia.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga menyiapkan berbagai moda transportasi darat, laut, dan udara guna memastikan kelancaran mobilitas selama periode Lebaran. Kesiapan ini mencakup penguatan layanan transportasi serta antisipasi terhadap potensi gangguan perjalanan, termasuk risiko bencana seperti banjir dan longsor di sejumlah wilayah.