Ambang Batas 4% Bikin 17,3 Juta Suara Terbuang di Pemilu 2024

Kamis, 24 September 2026 | 12:41 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Ambang Batas 4% Bikin 17,3 Juta Suara Terbuang di Pemilu 2024
Ambang Batas 4% Bikin 17,3 Juta Suara Terbuang di Pemilu 2024

Data Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menunjukkan, aturan ambang batas parlemen sebesar 4% pada Pemilu 2024 menyebabkan sekitar 17,3 juta suara pemilih terbuang sia-sia karena tidak terwakili di Senayan.

Dalam laporan yang tertera di laman resmi Perludem, belasan juta suara yang hangus tersebut berasal dari sekitar 10 partai politik yang gagal memenuhi syarat ambang batas 4%. Alih-alih menyederhanakan jumlah partai secara efektif, aturan ini justru dinilai membuat banyak pilihan masyarakat berakhir tanpa kursi di parlemen.

Tren pemilu sebelumnya juga memperlihatkan bahwa menaikkan angka ambang batas tidak serta-merta memangkas jumlah partai di DPR secara drastis. Pada Pemilu 1999 yang digelar tanpa ambang batas (0%), terdapat 21 partai di DPR dengan sistem 5 partai efektif. Lalu saat ambang batas dipatok 2,5% pada Pemilu 2009, ada 9 partai yang berhasil melenggang ke Senayan.

Angka batas itu kemudian dinaikkan menjadi 3,5% pada Pemilu 2014, namun jumlah partai yang lolos justru bertambah menjadi 10 partai. Terakhir, ketika batas dinaikkan lagi menjadi 4% pada Pemilu 2019, jumlah partai yang masuk DPR tercatat sebanyak 9 partai politik. Catatan ini mempertegas bahwa semakin tinggi persentase ambang batas, potensi suara rakyat yang hilang justru kian membengkak.

Di tengah catatan jutaan suara terbuang tersebut, kini justru mencuat wacana untuk menaikkan ambang batas parlemen menjadi 5% pada Pemilu DPR 2029 mendatang. Melansir Beritasatu (24/9), sejumlah partai politik di Senayan mulai menyuarakan dukungan terhadap angka baru ini. Partai Golkar, PKS, dan Gerindra kompak menyepakati usulan ambang batas 5% dalam pembahasan revisi UU Pemilu, sementara PDI Perjuangan juga menilai besaran tersebut ideal untuk efektivitas kerja legislatif.

Kendati mendapat banyak dukungan dari partai besar, usulan 5%n ini belum berkekuatan hukum tetap. Komisi II DPR menegaskan bahwa pembahasan antarfraksi masih berlangsung dinamis di tingkat awal dan belum menjadi keputusan resmi, sehingga kepastian angka ambang batas untuk Pemilu 2029 masih menunggu hasil final revisi undang-undang.

Data Suara Terbuang pada Pemilu 2024 - (Perludem/DATASATU)
Data Suara Terbuang pada Pemilu 2024 - (Perludem/DATASATU)

Data Terkait

putusan-mk-terkait-angka-ambang-batas-parlemen
Politik

Putusan MK Terkait Angka Ambang Batas Parlemen

MK putuskan ambang batas 4% tetap berlaku di Pemilu 2024, tapi wajib direvisi untuk Pemilu 2029 guna menjaga proporsionalitas suara.

24 Sep 2026

begini-rekam-jejak-parliamentary-threshold-dalam-pemilu-di-indonesia
Politik

Begini Rekam Jejak Parliamentary Threshold dalam Pemilu di Indonesia

Penerapan parliamentary threshold (PT) di Indonesia menunjukkan tren kenaikan sejak pertama kali diberlakukan pada Pemilu 2009.

24 Sep 2026

perbandingan-ambang-batas-parlemen-di-berbagai-negara
Politik

Perbandingan Ambang Batas Parlemen di Berbagai Negara

Penerapan batas minimal suara ini di berbagai negara sangat beragam, mulai dari 0 hingga 5 persen.

24 Sep 2026

tren-kenaikan-ambang-batas-parlemen-dan-wacana-7-di-2029
Politik

Tren Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Wacana 7% di 2029

Ambang batas atauthresholdparlemen di Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang konsisten sejak diterapkan pada Pemilu 2009.

26 Feb 2026

millenial-jadi-generasi-dengan-pemilih-terbanyak-pada-2024
Politik

Millenial Jadi Generasi dengan Pemilih Terbanyak pada 2024

Generasi milenial menduduki peringkat pertama sebagai generasi dengan jumlah pemilih terbanyak pada Pemilu 2024 (68,8 juta orang).

18 Sep 2025

pemilih-perempuan-mendominasi-pemilu-2024
Politik

Pemilih Perempuan Mendominasi Pemilu 2024

Jumlah pemilih perempuan di tingkat nasional maupun luar negeri lebih banyak daripada laki-laki, yakni di atas 50% dari populasi.

18 Sep 2025