Universitas Republik Indonesia (URI) merupakan lembaga baru yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional. Berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya, URI dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengisi berbagai posisi strategis di Indonesia, mulai dari pemerintahan, aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik negara (BUMN), hingga jabatan kepemimpinan lainnya. Lembaga ini dipimpin oleh Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur.
Konsep pendidikan URI mengacu pada lembaga pendidikan kepemimpinan di sejumlah negara, salah satunya Institut National du Service Public (INSP) atau École Nationale d'Administration (ENA) di Prancis. Pendidikan di URI akan berfokus pada pengembangan kepemimpinan, administrasi pemerintahan, etika, integritas, dan wawasan kebangsaan. Pada tahap awal, URI hanya membuka program sarjana (S1) dengan mekanisme penerimaan yang mengadopsi model seleksi Universitas Pertahanan (Unhan). Proses pembelajaran akan melibatkan dosen dari dalam maupun luar negeri, sedangkan masa studi mengikuti sistem pendidikan tinggi pada umumnya.
Pemerintah juga berencana mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia di berbagai wilayah Indonesia. Kampus utama URI direncanakan dibangun di kawasan Bogor Utara di atas lahan eks perkebunan PTPN yang tidak produktif, sementara operasional awal akan memanfaatkan gedung milik BUMN di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. URI akan menjadi bagian dari ekosistem Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK) yang mencakup Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sebagai program perdana, URI telah menjalankan Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) sejak 20 Mei 2026 yang diikuti 399 pegawai baru BUMN. Seluruh mahasiswa URI nantinya akan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah sebagai bagian dari upaya membangun kader pemimpin nasional yang kompeten, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.