Kilas Sejarah Hari Buku Nasional dan Kondisi Perbukuan Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 | 07:25 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kilas Sejarah Hari Buku Nasional dan Kondisi Perbukuan Indonesia
Kilas Sejarah Hari Buku Nasional dan Kondisi Perbukuan Indonesia

Hari Buku Nasional (Harbuknas) diperingati setiap tanggal 17 Mei untuk menandai momentum berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada 17 Mei 1980. Melansir laman Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kota Pangkalpinang, peringatan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2002 oleh Abdul Malik Fadjar, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan Kabinet Gotong Royong. Tujuan utama dari inisiasi ini adalah meningkatkan kesadaran dan minat baca masyarakat, mengembangkan literasi sebagai modal dasar pembangunan, serta merevitalisasi industri buku nasional yang sempat lesu.

Latar belakang pencanangan Harbuknas dipicu oleh rendahnya angka melek huruf dan minimnya angka penjualan serta produksi buku di Indonesia pada awal milenium. Berdasarkan data UNESCO tahun 2002, angka melek huruf dewasa (15 tahun ke atas) di Indonesia hanya mencapai 87,9%. Angka ini tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang mencatatkan 88,7%, Vietnam dengan 90,3%, dan Thailand yang telah menyentuh 92,6%. Pada 2025, angka melek huruf dewasa di Indonesia meningkat drastis, yakni 96%. Sementara itu, angka buta huruf di Indonesia berkurang 0,92% dalam 5 tahun terakhir. 

Ditilik dari sektor industri penerbitan, Indonesia hanya mampu mencetak rata-rata 18.000 judul buku per tahun pada 2002. Jumlah tersebut sangat timpang jika disandingkan dengan negara Asia lainnya seperti Jepang yang memproduksi 40.000 judul buku, atau China yang mendominasi dengan 140.000 judul buku per tahun. Berdasarkan data IKAPI dan Perpusnas tahun 2025, dinamika industri ini tercermin dari total anggota yang mencapai 2.721 penerbit, dengan rincian 982 penerbit berstatus aktif dan 1.739 penerbit dinyatakan tidak aktif atau pamit.

Sejarah Hari Buku Nasional dan Jumlah Penerbit RI - (Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kota Pangkalpinang, IKAPI & Perpus/DATASATU)
Sejarah Hari Buku Nasional dan Jumlah Penerbit RI - (Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kota Pangkalpinang, IKAPI & Perpus/DATASATU)

Data Terbaru

danantara-garap-proyek-hilirisasi-di-tengah-pembentukan-pt-dsi
Ekonomi

Danantara Garap Proyek Hilirisasi di Tengah Pembentukan PT DSI

Danantara membentuk PT DSI sebagai eksportir tunggal SDA untuk menekan kebocoran devisa, sebelumnya Danantara telah menggarap berbagai proyek hilirisasi dan energi bernilai miliaran dolar.

1 hari yang lalu

rupiah-tertekan-di-pasar-offshore-dipicu-sentimen-global-dan-domestik
Ekonomi

Rupiah Tertekan di Pasar Offshore, Dipicu Sentimen Global dan Domestik

Rupiah di pasar offshore melemah hingga Rp 17.852 per dolar AS dan terdepresiasi 7,06% sepanjang 2026 akibat sentimen global serta tekanan domestik.

1 hari yang lalu

ini-prodi-paling-ketat-dan-sepi-di-snbt-2026
Pendidikan

Ini Prodi Paling Ketat dan Sepi di SNBT 2026

Panitia SNPMB merilis peta persaingan jalur SNBT, yang memperlihatkan dominasi perguruan tinggi besar & pergeseran minat yang signifikan pada jenjang vokasi.

1 hari yang lalu

hanya-29-persen-peserta-lulus-seleksi-jalur-snbt-tahun-2026
Pendidikan

Hanya 29 Persen Peserta Lulus Seleksi Jalur SNBT Tahun 2026

Panitia SNPMB resmi mengumumkan hasil SNBT 2026. Dari 871.496 orang pendaftar, hanya 256.369 peserta yang dinyatakan lulus seleksi.

1 hari yang lalu

distribusi-daging-kurban-masih-timpang-di-berbagai-wilayah-indonesia
Sosial Budaya

Distribusi Daging Kurban Masih Timpang di Berbagai Wilayah Indonesia

Indonesia mencatatkan ketimpangan distribusi daging kurban. Dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 343 wilayah memiliki tingkat distribusi di bawah 80%.

2 hari yang lalu

ekonomi-kurban-nasional-masih-terkonsentrasi-di-pulau-jawa
Sosial Budaya

Ekonomi Kurban Nasional Masih Terkonsentrasi di Pulau Jawa

Nilai ekonomi kurban tahun 2026 masih terpusat di Jawa, yakni mencapai Rp 21,42 triliun atau hampir 80% dari angka nasional.

2 hari yang lalu