Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai pada Rabu (16/9). Jalur kereta layang sepanjang 12,2 kilometer ini menjadi tonggak baru transportasi publik Ibu Kota karena mampu memangkas waktu tempuh antarkawasan menjadi hanya sekitar 28 menit melintasi total 11 stasiun.
Pembangunan proyek strategis ini menelan investasi sekitar Rp12,1 triliun yang seluruhnya didanai melalui APBD Pemprov DKI Jakarta dan digarap oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Rangkaian keretanya dirancang mampu mengangkut hingga 270 penumpang per trainset, dengan target okupansi harian mencapai 80.000 penumpang secara bertahap.
Pada pengoperasian tahap awal, layanan dibuka terbatas di 3 stasiun baru, yakni Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, dan Stasiun Manggarai. Selama masa transisi hingga Oktober 2026, penumpang dapat menikmati tarif promosi khusus, yakni hanya Rp8 untuk perjalanan antarstasiun baru.
Sementara itu, tarif untuk rute eksisting Kelapa Gading–Velodrome tetap Rp5.000, serta Rp5.008 bagi penumpang dari stasiun eksisting menuju stasiun baru. Bagi 15 golongan masyarakat penerima manfaat Kartu Layanan Gratis (KLG), perjalanan dengan LRT Jakarta ini tetap dapat dinikmati tanpa biaya sepeser pun alias Rp0.
Kehadiran jalur baru ini memberikan solusi perjalanan langsung yang jauh lebih ringkas. Sebelum adanya jalur LRT ini, warga dari Manggarai yang ingin menuju Kelapa Gading harus naik KRL ke Stasiun Rajawali lalu menyambung ojek daring selama 15 hingga 20 menit, atau memutar naik KRL ke Stasiun Jakarta Kota lalu berpindah TransJakarta rute 12P menuju Pegangsaan Dua. Kini, masyarakat dapat menikmati perjalanan bebas macet, cepat, dan terintegrasi penuh di simpul transportasi Manggarai.